Berita

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas/Net

Politik

Waketum MUI Minta AHWA Izinkan KH Miftachul Akhyar Tetap Jabat Ketum MUI

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 15:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kursi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), diharapkan tetap  KH Miftachul Akhyar, untuk tetap dipegang oleh KH Miftachul Akhyar, meskipun kini juga menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menyikapi permintaan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) kepada Rais Aam PBNU periode 2021-2026 untuk tidak rangkap jabatan di organisasi lain.

Permintaan kepada Rais Aam yang baru tersebut disampaikan oleh Anggota AHWA, Zainal Abidin, dalam forum pleno Muktamar NU di Universitas Lampung, Bandar Lampung, Jumat (24/12).


"Dengan penuh kerendahan hati, MUI meminta dan memohon dengan sangat kepada NU agar memperkenankan bapak KH Miftachul Akhyar supaya tetap bisa merangkap dan melaksanakan tugasnya menjadi ketua umum MUI," ujar Buya Anwar, sarapan akrab Waketum MUI ini.

Menurut Buya Anwar, MUI yang merupakan wadah tempat berhimpun dan bermusyawarah para ulama, zuama, serta para cendekiawan dari berbagai latar belakang organisasi, profesi, dan elemen umat islam, masih membutuhkan sosok Miftachul Akhyar.

"Sosok Miftachul Akhyar beliau terus terang sangat-sangat dibutuhkan oleh MUI," katanya.

Maka dari itu, Buya Anwar sangat berharap KH Miftachul Akhyar dapat menjalankan perannya di MUI sebagai Ketua Umum MUI.

"Sehingga dengan demikian diharapkan apa yang menjadi  tugas dan misi serta tujuan dari MUI dapat terlaksana dengan baik," demikian Buya Anwar.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya