Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Politik

Omicron Merebak, Fahira Idris: Harus Selektif Berkegiatan dan Tunda Perjalanan Luar Negeri

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 09:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Covid 19 varian Omicron kini sudah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia. Tingkat penularan varian Omicron yang diyakini melebihi varian Delta membuatnya menjadi perhatian besar karena memungkinkan untuk memunculkan gelombang baru Covid-19 di berbagai negara. Di Indonesia, temuan kasus baru varian Omicron bertambah.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, karena sebagian besar temuan varian Omicron di Indonesia berasal dari para pelaku perjalanan internasional, maka masyarakat diharapkan menunda dulu rencana perjalanan luar negeri dalam waktu dekat ini.

Selain karena varian Omicron sudah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia, untuk saat ini, Indonesia adalah salah satu negara yang paling aman karena mampu mengendalikan pandemi dengan baik.


“Apapun variannya, kuncinya kita semua sudah tahu yaitu protokol kesehatan, upaya testing, lacak dan isolasi serta vaksinasi,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (27/12)

Menurut Fahira, situasi pandemi yang masih sangat dinamis terutama akibat munculnya varian baru yang tingkat penyebarannya lebih cepat menempatkan semua negara di dunia saat ini dalam posisi berisiko. Saat ini, di berbagai negara misalnya di Inggris, Belanda dan Amerika Serikat, tren kenaikan kasus di negara tersebut akibat varian Omicron mulai meningkat. Bahkan di Afrika Selatan dan Ghana tren dominasi Omicron mulai menggantikan Delta.

“Varian Delta yang saat ini mendominasi kasus Covid-19 di seluruh dunia sudah cukup merepotkan banyak negara, apalagi jika nanti varian Omicron yang dinilai punya daya menular lebih cepat mendominasi kasus dunia. Kita semua harus bergerak bersama dan ikut andil dalam upaya pengendalian transmisi varian ini agar tidak menyebar dan meluas di masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Fahira Idris.

Saat ini total kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia sudah 46 kasus sejak pertama kali dilaporkan pada 16 Desember lalu. Sementara di lingkup global, sudah ada 110 negara di dunia yang melaporkan telah mendeteksi adanya temuan kasus Omicron di wilayahnya per 23 Desember 2021.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya