Berita

Mantan Wapres Jusuf Kalla/Net

Politik

Kenangan JK Pimpin Penanganan Tsunami Aceh Tahun 2004 yang Telan 200 Ribu Korban Jiwa

MINGGU, 26 DESEMBER 2021 | 22:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla menyampaikan kronologis peristiwa tsunami Aceh. Kala itu, JK sedang berada di acara halal bihalal keluarga besar Aceh Iskandar Muda di Jakarta.

Saat menikmati rangkaian acara, JK kemudian mendapatkan informasi bahwa Aceh diguncang gempa dahsyat 8 skala richter hingga menyebabkan tsunami. Bahkan dampak dari guncangan gempa itu telah menewaskan sedikitnya 200 ribu orang lebih.

"26 Desember tahun 2004 hari Ahad hari ini juga tepat 26 Desember. Kala itu di Aceh dan di Jakarta keluarga Aceh dari Iskandar Muda melaksanakan halal bihalal mengundang saya untuk berbicara pada acara itu sebelum berangkat ke acara, saya disampaikan laporan dari ajudan saya, Pak Ada peristiwa di Aceh,” ucap Jusuf Kalla dalam acara Diaspora Aceh Global Forum yang diselenggarakan secara virtual, Minggu (26/12).


Setelah mendapatkan informasi tersebut, JK meminta ajudannya untuk mencari tahu kondisi Aceh lewat Gubernur Aceh. Namun, Gubernur Aceh berada di tempat yang sama dengan dirinya menghadiri halal bihalal keluarga besar Aceh Iskandar Muda tersebut.

"Ada gempa yang kita tidak tahu sampai di mana. Saya langsung telefon gubernur. Ternyata Pak Azwar Abu Bakar juga sedang di Jakarta menghadiri acara halal bihalal itu diya minta telfon Panglima Kapolda semuanya tidak ada hubungan sama sekali. Ini menjadi pertanyaan ada apa di Aceh,” kenangnya.

Setelah Gubernur Aceh, Panglima TNI, Kapolda Aceh tidak memberikan informasi detail mengenai peristwa di Aceh, JK langsung mengontak Gubernur Sumatera Utara. Jawabannya pun tidak tahu ihwal gempa besar itu. Padahal, saat itu gempa dirasakan hingga Medan.

"Apa yang ada di Aceh sebenarnya kala itu? Saya ke acara halal bihalal, dan suasana seperti mengetahui tapi tidak ada kejelasan apa, semua pada tegang dan saya minta acara dipercepat saja, kemudian tokoh-tokoh Aceh bilang untuk bertemu,” katanya.

Lantas, JK yang kala itu menjadi wakil presiden memerintahkan Sofjan Djalil mewakili pemerintah untuk berangkat ke Aceh hari itu. Sofyan Djalil datang bersama rombongan. JK meminta Sofyan Djalil memberikan laporan perkembangan terkini di Aceh.

Setelah Sofyan Djalil mendarat, JK mengaku langsung mendapat kabar yang mengejutkan, yakni kabar korban mulanya 80 orang pada siang hari. Tiba-tiba pada sorenya 200 orang.

Keesokan harinya setelah gempa, JK langsung bertolak ke Aceh, ia mendapat laporan bahwa korban jiwa sudah menyentuh 10 ribu orang. Ia pun langsung melapor ke presiden Susilo Bambang Yudhoyono uang saat itu ada di Papua.

Dia mengatakan pada saat terjun ke Aceh, JK melihat banyak mayat dan seketika menangis melihat suasana penuh kepiluan tersebut.

"Itulah suasana secara pribadi karena waktu saya Wapres namanya ketua Bakornas. Saya yang pegang jadi saya langsung mengatasi mengomandoi bencana yang ada di Aceh,” katanya.

Sofjan Djalil yang kala itu menjadi menteri, malamnya melaporkan kepada JK bahwa korban begitu banyak dan masih diperkirakan hanya di bawah 10 ribu.

“Jadi semua kita tidak mempunyai pemikiran begitu besarnya sampi 200 ribu lebih kroban di Aceh. Ada dua langkah yang kita lakukan saat itu langkah pertama adalah tanggap darurat ada tiga maknanya pertama menyiapkan tempat tinggal sementara, kedua menyediakan makanan, ketiga menyiapkan layanan kesehatan kepada korban,” tutupnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya