Berita

Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam/Net

Politik

NU Silakan Dekat dengan Pemerintah tapi Jangan Kehilangan Daya Kritis

SABTU, 25 DESEMBER 2021 | 10:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menjelang 2024 mendatang, PBNU diharap bisa arif merevitalisasi dan mereposisi peranan sebagai kekuatan civil society yang berpengaruh dalam politik nasional.

Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam tak menampik kedekatan NU dengan pemerintah memiliki nilai positif.

"Dengan dekat pemerintah, NU bisa menyampaikan aspirasi akar rumput lebih mudah ke pengambil kebijakan. Namun di sisi lain, peran NU sebagai kekuatan civil society semakin kehilangan daya kritisnya," ujar Khoirul Umam dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/12).


Yang terjadi belakangan, kedekatan tersebut membuat NU terlalu netral dan bahkan mendukung saat pemerintah menelurkan kebijakan kontroversial.

"Bahkan muncul juga statement mendukung Pilpres dikembalikan saja ke MPR, bukan lagi dipilih langsung oleh rakyat," katanya.

Mantan Ketua Tanfidz PCI-NU Queensland Australia ini menegaskan, NU butuh reorientasi arah politik kebangsaan agar semakin clear dan lebih tegas di bawah kepemimpinan Rois Am KH Miftakhul Ahyar dan Ketum PBNU terpilih, KH Yahya Cholil Staquf.

"PBNU tetap memiliki tanggung jawab modal untuk menjaga arah politik dan demokrasi Indonesia dengan memainkan peran strategis dalam konteks politik kebangsaan," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya