Berita

Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Dr. Sujatmiko melakukan kunjungan kerja ke Distrik Belait dan Tutong di Brunei Darussalam pada tanggal 22 dan 23 Desember 2021/KBRI Bandar Seri Begawan

Dunia

Lindungi Pekerja Migran Indonesia, KBRI Bandar Seri Begawan Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah Belarit dan Tutong

JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 04:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

KBRI Bandar Seri Begawan tidak main-main dalam menjalankan fungsi perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI), terutama Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pekan ini, Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Dr. Sujatmiko melakukan kunjungan kerja ke Distrik Belait dan Tutong di Brunei Darussalam, tepatnya pada tanggal 22 dan 23 Desember 2021.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Sujatmiko beserta jajaran bertemu dengan Acting Kepala Distrik Belait, Y.M. Awang Mohamad Yassin bin Haji Ahmed beserta jajarannya dan Acting Kepala Distrik Tutong Y.M. Awang Ajmin bin Haji Meludin. Dalam pertemuan terpisah tersebut, masing-masing Kepala Distrik didampingi oleh Kepala Kepolisian Daerah, Pejabat Kantor Imigrasi dan Pejabat Kantor Buruh.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Sujatmiko menyampaikan apresiasinya kepada masing-masing pemimpin daerah beserta jajarannya, termasuk Jawatan Imigrasi, Buruh dan Kepolisian, yang telah memfasilitasi warga Indonesia, terutama PMI yang bekerja di kedua distrik tersebut.


“Para PMI yang mencari penghidupan di Brunei dapat mendukung perekonomian keluarga di tanah air. Brunei pun memperoleh keuntungan dengan dukungan PMI menggerakkan aktivitas ekonomi, yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi warga lokal," kata Dubes Sujatmiko dalam keterangan yang diterima redaksi.

Pada kedua pertemuan itu turut dibahas juga beberapa kasus ketenagakerjaan yang menimpa PMI. Berdasarkan data KBRI Bandar Seri Begawan, sejumlah permasalahan yang dihadapi PMI diantaranya adalah masalah upah yang tidak dibayar, perjanjian kerja yang tidak sesuai, tidak tahan bekerja, sakit dan tindakan kekerasan.

Oleh karena itu Dubes Sujatmiko beserta pemimpin kedua daerah Belait dan Tutong sepakat untuk terus melanjutkan kerja sama yang baik antara KBRI dengan pihak-pihak terkait di Belait dan Tutong dalam melindungi para pekerja Indonesia di kedua distrik tersebut. 

Bukan hanya itu, dalam diskusi turut dibahas masalah perekrutan oleh agen-agen tenaga kerja yang mendatangkan PMI tidak secara prosedural sesuai aturan. Dubes Sujatmiko berharap hal semacam ini dapat ditindak dengan tegas sesuai hukum berlaku, utamanya para agen yang mendatangkan para PMI secara ilegal dari Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja dengan aparat penegak hukum, utamanya Kepolisian Daerah, Jawatan Imigrasi dan Jawatan Buruh untuk menindak para agen-agen yang mendatangkan PMI secara ilegal, tanpa prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Brunei.

Bila dilakukan pembiaran, posisi para PMI rentan dirugikan dan juga bisa mengarah ke tindak perdagangan orang. 

Distrik Belait terletak paling selatan Brunei Darussalam dengan luas 2.727 km persegi dan terluas dari empat distrik di Brunei. Penduduk Distrik Belait berdasarkan sensus 2020 berjumlah 74.800 orang atau 16,5 persen dari total penduduk Brunei dan terbanyak kedua setelah Distrik Muara. Berdasarkan data lapor diri KBRI, PMI di Belait berjumlah 2.604 orang. Distrik Belait adalah salah satu distrik terpenting di Brunei Darussalam sebagai sumber minyak dan gas alam Brunei Darussalam. Pusat Industri lainnya adalah Taman Industri Sungai Liang (SPARK) seluas 271 hektar yang memiliki posisi ideal sebagai pusat petrokimia kelas dunia.

Sedangkan Distrik Tutong merupakan distrik terluas ketiga dengan luas 1.166 km persegi dengan jumlah penduduk sebesar 51.500 orang berdasarkan Sensus Penduduk 2020. Berdasarkan data lapor diri KBRI, PMI di Distrik Tutong berjumlah 1.179 orang. Distrik Tutong memiliki Pusat Isolasi Nasional (NIC/ Pusat Pengasingan Kebangsaan), suatu fasilitas isolasi medis khusus penyakit menular yang berperan penting dalam penanganan pasien Covid-19 di Brunei. Tutong merupakan salah satu pusat komoditas pertanian di Brunei Darussalam yang menghasilkan beberapa produk seperti buah-buahan, budidaya padi, sayuran, tanaman hias, dan industri unggas yang mana banyak mempekerjakan PMI.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya