Berita

Koordinator Tim Pakar dan Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito/Repro

Politik

Satgas Covid-19: Karakteristik Omicron Masih Belum Dapat Disimpulkan

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 19:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pencegahan penularan virus corona baru (Covid-19) bukanlah upaya tunggal. Tidak ada satu pencegahan yang secara tunggal mampu meminimalkan penularan. Termasuk pada varian omicron yang kini tercatat sudah ada 8 kasus di Indonesia.

Pasalnya, kasus omicron di berbagai negara pun semakin meningkat jumlahnya. Meskipun, upaya vaksinasi dan pengaruhnya terhadap deteksi dengan alat uji diagnostik telah dilakukan.

Demikian ditegaskan Koordinator Tim Pakar dan Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito saat jumpa pers virtual, pada Kamis (23/12).


"Hasil saat ini laporan dari berbagai sumber seperti WHO, CDC, dan Penerbit Ilmiah Nature menyebutkan karakteristik varian ini masih belum dapat disimpulkan," kata Wiku.

Wiku mengurai, berdasarkan data-data awal menunjukkan adanya kecenderungan gejala yang lebih ringan pada varian omicron, namun data ini belum cukup untuk dijadikan kesimpulan.

Begitu pula dengan intensitas lama penyakit, pengaruhnya pada kekebalan tubuh baik dari penularan maupun vaksinasi serta pengaruhnya terhadap deteksi dengan alat uji diagnostik.

"Diantara berbagai negara yang sudah melaporkan adanya kasus omicron; AS Norwegia dan Korsel merupakan tiga negara yang melaporkan temuan kasus varian ini, ketika kasus positif dan kematiannya mengalami kenaikan yang cukup signifikan," tuturnya.

Hal yang menarik lagi, kata Wiku, di tiga negara tersebut cakupan vaksinasi dosis lengkapnya telah mencapai lebih dari 60 persen. Namun nyatanya, kasus positif dan kematiannya tetap dapat meningkat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya