Berita

Pengamat politik Siti Zuhro saat menjadi pembicara diskusi Seknas PMP bertemakan Kepemimpina Perempuan dalam Perspektif Kebangsaan/RMOL

Politik

Siti Zuhro Ungkap Pentingnya Peran Perempuan dalam Konteks Kebangsaan

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 22:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kaum perempuan perlu diberikan ruang dan empati dalam ranah politik dan kebangsaan. Meskipun ada permasalahan internal yang dihadapi perempuan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa parpol tidak boleh disalahkan jika kurang berpihak pada perempuan.

Demikian pendapat yang disampaikan pengamat politik Siti Zuhro dalam acara diskusi Seknas PMP bertemakan Kepemimpina Perempuan dalam Perspektif Kebangsaan, Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (22/12).

Selanjutnya, Siti Zuhro juga mengomentari ihwal pentingnya peran perempuan dalam kebangsaan, bagaimana dia melihat peranan kebangsaan Indonesia jika ditinjau dari aspek perspektif politik.


"Apakah kaum perempuan itu memahami secara kontinen, pentingnya menjadi warganegara pentingnya warga memiliki dignity, jadi demokrasi yang saya bayangkan yang diterapkan di Indoensia yang disepakati sejak tahun 98 itu ujungnya menurut bungkarno sebetulnya membangun dignity bangsa,” ucapnya.

Dia menekankan bahwa Indoensia harus menjadi negara yang memiliki harga diri meski dinilai bangsa lain Indonesia merupakan negara miskin atau berkembang.

"Kita boleh menjadi negara tidak kaya raya tapi kita punya dignity itu sebetulnya, endingnya bahwa demokrasi itu mebangun peradaban kan gitu. Dan peradaban di sini kaum perempuan mendapatkan proteksi yang cukip di situ,” imbuhnya.

Menurutnya, perempuan harus hadir berperan penting dalam politik kebangsaan lantaran saat ini diniliainya cukup kontekstual, sangat relevan dalam nuansa dan dalam visi kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini.

"Kita rasakan pemilu ke pemilu ini sebetulnya mengancam persatuan Indonesia karena pemilu sangat distortif kampanyenya sangat tidak mencerdaskan kampnyenya sangat fidak inligjtening mencerahkan kita semuanya dilakukan pokoke,” katanya.

Dia berharap pada pemilu mendatang tidak berdasar pada politik praktis dan mengesampingkan perempuan dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Ini yang pemilu 2024 tolong jamhan pokoke lagi. Jadi kita memangun peradaban kita punya empat konsersus dasar dan komitmen dengan iitu dan dalam hal ini khusus kita menjunjung tinggi memuliakan kaum perempuan kehadiran perempuan dalam politik kebangsaan penting di tengah munculnya Arus politik yang ada hendak merusak persatuan dalam Berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Pengamat poliitik dari LIPI ini mengatakan partisipasi perempuan dalam politik kebangsaan merupakan konsekuensi logis dari hak konstitusional dan demokrasinya sebagai warga negara dengan jumlah populasi yang relatif sama dengan laki laki.

“Perempuan adalah aset negara yang harus diberi tempat yang sejajar. Atas dasar itu perempuan harus membangun kekuatan politik kebangsaan sebagai pada kepentingan bangsa dan umat dengan gambaran tersebut sesungguhnya perempuan dalam konteks pembangunan sangatlah penting sama pentingnya dengan laki laki,” katanya.

"Sayangnya dalam Tafsir kontekstuall dalam tradisi yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia umumnya kurang kondusif terhadap peningkatan peran perempuan di dalam publik,” tandasnya.

"Kemenangan PDI perjuangan di bawah kepemimpinan ibu Megawati pada Pemilu tahun 99  menjadi simbol lompatan di dunia ini,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya