Berita

Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Handi Risza/Net

Politik

Soal RUU IKN, PKS: Tidak Ada Urgensi untuk Segera Disahkan

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 11:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak ada satupun alasan yang bisa diterima untuk menyegerakan Rancangan Undang-undang Ibukota Negara (RUU IKN) untuk mempercepat pemindahan Ibukota Indonesia.

"Tidak ada satu alasan pun yang kuat, yang signifikan, yang bisa kita terima dengan akal sehat kita dengan melihat kondisi yang ada," kata Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Handi Risza, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/12).

Handi menilai dari segi kondisi keuangan negara, pemindahan ibukota hanya akan memperketat kondisi fiskal. Sebab, keuangan negara saat ini sedang morat-marit, apalagi tahun 2023 itu dimulai kembali APBN normal setelah 2-3 tahun ini dari tahun 2020, itu pemerintah boleh menggunakan defisit di atas 3%.


"Nah mulai 2023 kembali ke angka 3 persen. Ini hanya akan semakin memperketat fiskal kita yang tidak lagi bisa dijalankan seperti saat ini. Nah itu sendiri saja sudah sangat memberatkan bagi pemerintah untuk bisa leluasa mengatur keuangan," paparnya.

Handi melanjutkan, ketimpangan fiskal di daerah juga sangat tinggi. Bahkan data BPK tahun 2020 menyatakan, tidak terjadi perubahan ketergantungan fiskal dari daerah kepada pusat dalam beberapa tahun terakhir.

"Artinya apa? Keberadaan pemerintah pusat dalam memberikan alokasi anggaran dalam bentuk transfer ke daerah dan dana desa kepada daerah itu tidak membuat daerah bisa jauh lebih berdaya," katanya.

Handi menambahkan, kesiapan daerah dalam menyambut rencana pemindahan ibukota juga sangat tidak siap. Menurutnya, jika tujuannya untuk mengurangi ketimpangan, sementara kondisi daerah sendiri juga ketimpangan ada dimana-mana.

"Apakah dengan keberadaan ibukota ini akan mengurangi ketimpangan? Saya rasa juga tidak," tegas Handi.

Selain itu, Handi juga menyebut pemindahan ibukota ke Kalimantan ini juga akan menimbulkan masalah baru.

"Jadi kesiapan daerah, kondisi fiskal masih bermasalah, dan juga hampir semua daerah terutama wilayah Kalimantan itu hanya mengandalkan sebagian besar ekonomi ekstraksi. Di mana sumber daya alam yang menjadi komoditas utama di daerah tersebut. Ini juga akan memberikan dampak yang kurang baik, apalagi nanti dari aspek lingkungan yang juga akan turut bermasalah," urai Handi.

Handi menegaskan tidak ada alasan kuat untuk menyegerakan rencana pemindahan ibukota. Menurutnya, pemindahan ibukota hari ini adalah sebuah kebijakan yang sangat strategis.

"Semuanya kalau yang memahami kondisi ekonomi hari ini, memahami kondisi negara kita hari ini, pasti sepakat mengatakan bukan saatnya hari ini kita harus segerakan untuk pemindahan ibukota," ulasnya.

"Saya setuju, sepakat, tidak ada alasan kuat, alasan penting, alasan signifikan yang bisa kita nyatakan untuk hal itu. Jadi tidak ada satupun yang bisa memperkuat argumentasi tentang pemindahan ibukota ini," demikian Handi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya