Berita

Andririni Yaktiningsasi/Net

Hukum

3 Bulan Ditahan, Tersangka Kasus Pekerjaan Jasa Konsultasi di Perum Jasa Tirta II Segera Dilimpahkan KPK ke JPU

SELASA, 21 DESEMBER 2021 | 10:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tiga bulan lebih setelah ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Andririni Yaktiningsasi (AY) yang merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan pekerjaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017 segera dilimpahkan ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, menanggapi perkembangan kasus yang menjerat seorang Psikolog tersebut.

"Saat ini penyidik masih melengkapi pemberkasan perkara," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa pagi (21/12).


Selanjutnya, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke tim JPU KPK sebelum diserahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Berkas perkara segera dilimpahkan tim Jaksa untuk dilakukan penelitian baik kelengkapan formil maupun materiil. Perkembangannya akan disampaikan," pungkas Ali.

Setelah menahan Andririni, KPK hanya beberapa kali mengumumkan pemanggilan saksi-saksi. Yaitu pada 17 September 2021 memanggil saksi Sutisna selaku Dirut PT Bandung Management and Economic Center (BMEC).

Selanjutnya pada Kamis lalu (16/12), giliran saksi Firman selaku Manager Bantuan Hukum Perum Jasa Tirta II yang dapat panggilan KPK.

Akan tetapi, dari dua saksi yang diumumkan ke publik itu, KPK tidak menyampaikan hasil pemeriksaannya.

Adapun Andririni telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2018. Namun baru dilakukan penahanan pada 3 September 2021.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya