Berita

Foto Dahlan Iskan/Disway

Dahlan Iskan

Pesanggarahan Djoyohadiningrat

SELASA, 21 DESEMBER 2021 | 04:19 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

ANDA sudah tahu: saya ke makam RA Kartini. Kapan itu. Saya hanya mengantarkan istri ke situ. Juga istri teman-teman istri saya. Sekalian menebus dosa: sudah ke berbagai penjuru dunia kok belum ke Ibu Kita Kartini.

Makam itu tidak seperti yang saya bayangkan: ternyata masih jauh dari kota Rembang. Hampir satu jam-di senja hari yang hujan tanggal 22 November lalu.

Mungkin saya tidak akan sampai ke makam itu kalau tidak dalam perjalanan dari Blora ke Rembang -menuju Pati. Bahkan, kalau di peta, letak makam itu masih sedikit lebih dekat ke kota Blora daripada ke Rembang. Dan memang begitu kenyataannya.


Posisi makam itu nyaman. Posisinya di sebelah kiri jalan raya dua arah Blora-Rembang. Agak masuk ke dalam-sedikit membukit. Jalan masuk itu dua lajur-yang ada taman di tengahnya.

Saya tinggalkan istri saya berlama-lama di makam itu. Saya tertarik pada satu rumah di jarak sekitar 100 meter dari makam. Hanya ada jalan setapak menuju rumah itu. Melewati kebun jagung yang belum tinggi.

Suasana sepi. Senja. Tidak ada orang di kebun. Tidak ada suara orang di rumah itu. Jalan setapak itu melewati samping rumah. Sepi. Saya pun menuju depan rumah. Sepi. Saya masuk ke beranda. Sepi. Saya melongok ke dalam sambil mengucap salam.

Ternyata ada satu orang lelaki di dalam rumah itu. Sendirian. Gagah. Berdahi lebar. Berkumis. Berjenggot. Berkaus oblong hijau.

Saya pun minta maaf karena lancang memasuki rumah itu. Kalau di Amerika ulah saya itu bisa jadi perkara pidana. Bahkan bisa ditembak.

Beliau tidak marah. Beliau ramah. Saya pun memperkenalkan diri. Beliau terlihat seperti mengenal nama saya. Saya pun dipersilakan duduk. Ngobrol.

Namanya: Goenadi. Lengkapnya: Goenadi Siswanto Djoyoadhiningrat.

la adalah cucu secara tidak langsung RA Kartini. Zaman itu poligami sangat lazim. Sehingga ada istilah keturunan langsung dan tidak langsung.

RA Kartini sendiri adalah istri keempat dari Bupati Rembang, Sosroningrat. Kartini sangat keberatan pada awalnya. Hanya berkat diberi konsesi khusus dia akhirnya mau jadi istri keempat. Konsesi itu: Kartini boleh membuka sekolah untuk perempuan di Rembang. Bahkan diberi tempat di sebuah ruangan di bagian timur kantor bupati Rembang.

Setahun kemudian Kartini melahirkan anak lakilaki: Soesalit Djojoadhiningrat. Itulah satusatunya anak Kartini. Tidak lama setelah melahirkan itu Kartini meninggal dunia. Sekolah pun diteruskan oleh kakak perempuannyi.

Kelak, Soesalit menjadi petinggi tentara dengan pangkat Mayor Jenderal. Jabatannya: Panglima Divisi Diponegoro. Itulah kakek Goenadi. "Waktu eyang Soesalit meninggal, saya masih kecil. Tapi saya ingat kami semua diajak ke Semarang," katanya. "Kami ingat ada parade militer menuju pemakaman," tambahnya. Putra tunggal Kartini ini dimakamkan di satu cungkup besar bersama RA Kartini. Di situ jugalah makam ayah ibu Kartini.

Kartini sendiri lahir sebagai anak Bupati Jepara, di tahun 1879-meninggal di Rembang 1904.

Tadi malam saya menelepon kembali Goenadi. Ia masih tinggal di Pasanggrahan itu. Berarti sudah 4 bulan Goenadi jadi orang di desa pedalaman Rembang. Sendirian di situ. Istri dan 3 anaknya masih di New York-terpisah oleh pandemi.

Goenadi adalah warga baru di Rembang. Selama ini, selama 47 tahun, ia tinggal di New York, Amerika Serikat.

Goenadi ke Amerika diajak pamannya yang bekerja di sana. Yakni sebagai pegawai Bank Indonesia di New York. Waktu itu ia baru tamat SMAN 1 Solo.

Di New York, Goenadi akhirnya mendapat pekerjaan sebagai pegawai di kantor pemerintahan Italia di sana. Tapi istrinya tetap orang Indonesia, asal Medan. Keluarga ini bertekad untuk kembali ke Indonesia di hari tua mereka.

Ketika saya telepon tadi malam, Goenadi seperti tidak lagi sendirian. Ada suara orang lain di Pesanggrahan itu.

"Tidak sendiri lagi?" tanya saya.

"Tidak. Ini ada kakak saya yang lagi menengok saya, jawabnya.

Itulah Hudoyo Djoyoadhiningrat. Tinggal di Jakarta. Pensiunan pegawai Dana Pensiun Bank Indonesia yang ditugaskan di gedung Bidakara. "Sudah seminggu ini saya menemani adik saya di sini," kata Hudoyo.

"Hahaha dua-duanya laki-laki. Bagaimana makannya?" tanya saya.

"Adik saya di Amerika kan masak sendiri. Ini ia juga lagi masak" katanya.

Hudoyo ternyata bukan hanya kakak. Hudoyo adalah juga ketua keluarga besar Djoyoadhiningrat. Yang pengurusnya 23 orang.

"Berapa anggota keluarga besar Djoyoadhiningrat sekarang?"

"Kalau anggotanya sekitar 5.000 orang, ujar Hudoyo.

Berarti sudah seminggu juga Goenadi berhenti melukis. Waktu saya ke Pesanggrahan itu Goenadi lagi asyik melukis. Sudah enam lukisan pemandangan yang hampir selesai.

Awalnya saya hanya ke makam Kartini, tidak menyangka bisa bertemu Goenadi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya