Berita

Penertiban pengungsi Afghanistan di Medan/Net

Politik

PB HMI: Arogansi UNHCR Bungkam Pengungsi Afghanistan Merusak Citra Baik Indonesia

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 10:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penertiban pengungsi asal Afghanistan di Kota Medan memperlihatkan citra buruk Indonesia sebagai negara terbaik dalam penanganan kasus imigran.

UNHCR, Pemkot Medan, serta pihak kepolisian dan Satpol PP Kota Medan justru mengambil paksa barang-barang pengungsi dalam penertiban di Taman Kota Medan, Rabu lalu (15/12).

"Potret pengungsi Afghanistan di Kota Medan memprihatinkan. Berdalih pengamanan, perlakuan tersebut melegitimasi perampasan secara paksa. Dalam prespektif HAM ini tidak dibenarkan," kata Ketu PB HMI Bidang Hukum dan HAM, Yefri Febriansah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/12).


Pemerintah daerah harusnya berhati-hati menyikapi aksi protes yang dilakukan pengungsi. Apalagi berdasarkan data yang dihimpun PB HMI, mayoritas pengungsi di beberapa daerah mendapatkan perlakuan diskriminatif dan ketidakjelasan dalam penanganan.

"UNHCR tidak serius dalam mengurai persoalan yang dihadapi oleh pengungsi," sambungnya.

Kasus serupa terjadi di Manado beberapa tahun lalu. Sampai hari ini, kata dia, UNHCR gagal memenuhi kewajiban sebagai organisasi dunia dalam menentukan masa depan para pengungsi.

Ketidakjelasan status para pengungsi tentunya menjadi problem yang harus didata secara teliti agar para pengungsi mendapatkan akses pemenuhan kebutuhan prioritas yang harusnya difasilitasi organisasi antarnegara seperti international organisasi for migran (IOM).

"Jangan sampai sebaliknya, tidak menjalankan tugas fungsi dan menimbulkan persoalan baru," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya