Berita

Program Pangan Dunia (WFP) bahkan telah memperingatkan bahwa lebih dari setengah populasi Afghanistan saat ini berada di bawah ancaman kelaparan akut/Net

Dunia

Donor Asing Siap Cairkan Dana Bantuan, Angin Segar Bagi Afghanistan

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 12:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bank Dunia setuju untuk mentransfer dana bantun senilai 280 juta dolar AS yang sebelumnya sempat dibekukan untuk Afghanistan. Dana bantuan itu akan dikirimkan ke layanan makanan dan kesehatan PBB di Afghanistan.

Pencairan bantuan ini bak angin segar bagi Afghanistan yang masih berjuang menghadapi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang mendalam dan diperburuk oleh penghapusan dukungan keuangan asing setelah kelompok Taliban merebut kekuasaan pada Agustus lalu.

Sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban itulah, gejolak politik dan keamanan terjadi di Afghanistan. Bukan hanya itu, bantuan dan dana asing pun banyak yang dibekukan, sehingga memperburuk situasi yang dihadapi oeh warga Afghanistan.


Ibarat pepatah, "Sudah jatuh tertimpa tangga", warga Afghanistan juga harus menghadapi kekeringan parah, yang telah merusak sebagian besar tanaman gandum dan membuat harga melonjak.

Dikabarkan BBC pada Sabtu (11/12), Program Pangan Dunia (WFP) bahkan telah memperingatkan bahwa lebih dari setengah populasi Afghanistan saat ini berada di bawah ancaman kelaparan akut. Selain itu, tiga juta anak menderita gizi buruk.

WFP memperkirakan bahwa 23 juta orang membutuhkan bantuan makanan mendesak saat musim dingin berlangsung di negara yang bergantung pada bantuan itu, menyebutnya sebagai "krisis kemanusiaan terburuk di Bumi".

Kekuatan Barat telah menolak untuk mengakui pemerintah Taliban secara resmi. Akibatnya, Amerika Serikat dan negara-negara lain telah membekukan sekitar 10 miliar dolar AS cadangan bantuan Afghanistan. Sementara itu, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional juga telah menghentikan akses pendanaan Afghanistan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya