Berita

Ribuan aktivis Sudan turun ke jalanan untuk melakukan aksi unjuk rasa mendesak negara-negara asing dan lembaga internasional untuk tidak melanjutkan bantuan pembangunan/Net

Dunia

Aktivis Desak Pihak Asing Bantu Buat Militer Sudan "Kelaparan"

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 08:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan aktivis Sudan turun ke jalanan untuk melakukan aksi unjuk rasa mendesak negara-negara asing dan lembaga internasional untuk tidak melanjutkan bantuan pembangunan kepada pemerintah mereka karena takut melegitimasi kudeta 25 Oktober lalu dan merusak transisi negara mereka menuju demokrasi.

Pembicaraan tentang pemulihan bantuan asing mencuat setelah Perdana Menteri Sudan Abdallah Hamdok dibebaskan dari tahanan rumah dan dipekerjakan kembali di posisinya pada 22 November lalu.

Namun kelompok pergerakan, yakni komite perlawanan Sudan justru menafsirkan langkah Hamdok itu sebagai upaya meratifikasi perebutan kekuasaan oleh pentolan kudeta militer yakni Abdel Fattah al-Burhan.


Sejak saat itu, sejumlah kelompok aktivis di Sudan meminta komunitas global untuk membuat militer "kelaparan" bantuan.

“Demi kepentingan rakyat dan para pengunjuk rasa, komunitas global tidak boleh mendukung pemerintah ini dengan cara apa pun,” kata perwakilan aktivis kelompok perlawanan yakni Zuhair al-Dalee saat melakukan aksi unjuk rasa di ibu kota Khartoum pada akhir pekan ini (Sabtu, 11/12).

“Setiap bantuan yang datang ke pemerintah ini hanya akan mendukung kudeta. Itu tidak akan menguntungkan orang-orang," sambungnya, seperti dikabarkan Al Jazeera.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sudan Jibril Ibrahim baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintah sangat membutuhkan dukungan internasional setelah tidak dapat mengakses 650 juta dolar AS dalam pendanaan internasional bulan lalu. Hal itu karena bantuan ditangguhkan oleh Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional setelah kudeta.

Pembekuan bantuan berkepanjangan akan dapat mempersulit pemerintah untuk mengamankan impor penting seperti makanan dan obat-obatan dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, kudeta itu juga mengakibatkan penangguhan bantuan Amerika Serikat sebesar 700 juta dolar AS. Bagian dari bantuan itu dimaksudkan untuk memberikan bantalan keuangan untuk membantu orang-orang Sudan yang termiskin bertahan dari langkah-langkah penghematan.

Sudan sendiri cukup bergantung pada pendanaan asing, khususnya dalam proses transisi menuju demokrasi setelah penggulingan Omar Al Bashir pada 2019. Namun proses transisi tersebut dikacaukan oleh kudeta pada 25 Oktober lalu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya