Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Net

Politik

Puspolkam: Kepercayaan Publik Tertinggi sejak 2014 Hasil Polri Tidak Anti Kritik Masyarakat

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 00:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Temuan Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengalami peningkatan menjadi 80,2 persen. Temuan ini pun disebut jadi yang tertinggi sejak 8 tahun terakhir, tahun 2014.

Atas capaian Koprs Bhayangkara itu, Anggota Dewan Pembina Pusat Kajian Politik dan Keamanan Indonesia (Puspolkam) Sahat Martin Philip Sinurat memberikan apreasiasi.

Ia berpendapat, capaian itu sebagai hasil institusi Polri tidak anti kritik dan responsif terhadap masukan yang disampaikan masyarakat.


Ia menilai, Kapolri Jenderal Listyo Sigit konsisten melakukan pembenahan dan gebrakan.

"Polri semakin humanis dan responsif terhadap kritik dan masukan masyarakat, bahkan tidak segan-segan untuk mencopot oknum polisi yang melakukan pelanggaran," kata Sahat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/12).

Sahat pun menyebutkan beberapa program yang meningkatkan kepercayaan masyarakat, diantaranya: Instruksi Kapolri tentang "Mitigasi dan Pencegahan Kasus Kekerasan Berlebihan", Lomba Mural Polri dan Lomba Orasi Unjuk Rasa.

"Berbagai kebijakan ini menunjukkan bukti keseriusan Kapolri pada slogan presisi yang diusung Polri saat ini yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan," kata Sahat.

Sahat menjelaskan, kebijakan yang humanis dan responsif ini tidak hanya dilakukan oleh Kapolri, tapi juga pimpinan kepolisian lainnya, termasuk juga institusi kepolisian di daerah-daerah.

"Kapolda di berbagai daerah menegaskan kesiapan menjalankan instruksi Kapolri untuk menindak tegas anggota Korps Bhayangkara yang melanggar kode etik. ," lanjutnya.

Puspolkam menilai, tindakan cepat pimpinan Polri memeriksa oknum-oknum Polri yang melakukan tindakan pelanggaran merupakan langkah yang tepat. Dengan langkah itu, masyarakat dapat tenang dan tidak terprovokasi dengan narasi negatif yang dibuat orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai contoh baru-baru ini, lanjut Sahat, adalah tindakan tegas Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno yang mengganti Kasat Reskrim Polres Waykanan karena melakukan pungli.

Selain itu, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak yang menindak tegas beberapa oknum polisi dan mengucapkan permintaan maaf di depan tokoh-tokoh agama karena masih ada anggotanya yang melakukan pelanggaran.

"Semoga institusi Polri dapat meningkatkan tren positif ini dan terus menjaga kepercayaan publik yang semakin tinggi," pungkas Sahat.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya