Berita

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas/RMOL

Politik

Waketum MUI: Kita Dukung Cita-cita Presiden Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia di 2024

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 21:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia di tahun 2024 disambut baik dan didukung penuh oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan sikap lembaganya itu usai menghadiri acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat II MUI Tahun 2021 dengan tema "Arus Baru
Penguatan Ekonomi Indonesia" di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jl. Gatot Subroto,
Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat sore (10/11).


"Saya rasa kita dukung bersama-sama (cita-cita Presiden Jokowi soal Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia)," kata Buya Anwar, sapaan karib Waketum MUI Pusat ini.

Buya Anwar mengatakan, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi adikuasa di dunia apabila mampu mengelola perekonomiannya dengan baik, termasuk dalam upayanya menggenjot pengembangan ekonomi syariah.

"Mau enggak Indonesia menjadi salah satu negara adikuasa? Kita kan mau jadi negara adikuasa," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Buya Anwar, semua pihak termasuk pemerintah dan MUI diharapkan bisa bahu-membahu meningkatkan ekonomi syariah Indonesia.

"Kita harus secara bersama-sama pemerintah dan masyarakat bersatu untuk mendukung, kalau bisa akselerasi," katanya.

Oleh karena itu, secara pribadi dia menginginkan ekonomi Indonesia tidak dikelola dengan basis pemahaman yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa kita, yaitu liberlisme-kapitalisme.

"Kita harus percaya bahwa dengan ekonomi Pancasila kita akan bisa memajukan ekonomi rakyat, bangsa, dan buat bangsa kita jadi bangsa yang kompetitif dengan negara-negara lain di dunia," demikian Buya Anwar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya