Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Selandia Baru Akan Larang Generasi Muda Beli Rokok Selamanya

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 15:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selandia Baru akan mengambil tindakan keras untuk mencapai target bebas asap rokok. Salah satunya adalah melarang generasi muda untuk membeli rokok seumur hidup mereka.

Diumumkan pada Kamis (9/12), remaja berusia 14 tahun ke bawah tidak akan diizinkan untuk membeli rokok selama seumur hidup mereka. Aturan tersebut akan berlaku mulai 2027.

"Kami ingin memastikan generasi muda tidak pernah mulai merokok sehingga kami akan membuat pelanggaran untuk menjual dan memasok produk tembakau asap ke generasi muda baru," ujar Wakil Menteri Kesehatan Selandia Baru Ayesha Verrall, seperti dikutip The Independent.


Dengan langkah tersebut, pihak berwenang juga akan membatasi jumlah pengecer yang menjual tembakau, dan mengurangi kadar nikotin pada semua produk.

"Jika tidak ada perubahan, maka butuh satu dekade hingga tingkat merokok Maori turun di bawah 5 persen," lanjut Verrall.

Saat ini, 11,6 persen dari semua warga Selandia Baru berusia 15 tahun ke atas merokok. Data menunjukkan, 29 persen di antara orang dewasa asli Maori merokok.

Setiap tahunnya, 5.000 orang di Selandia Baru meninggal dunia karena rokok. Pemerintah juga menyebut empat dari lima perokok mulai merokok pada umur di bawah 18 tahun.

Pembatasan sendiri akan diluncurkan secara bertahap mulai tahun 2024, diikuti pengurangan nikotin pada 2025, kemudian menciptakan generasi bebas asap rokok pada 2027.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya