Berita

Perwakilan 28 PWNU menyatakan dukungan ke Said Aqil Siroj melanjutkan kepemimpinannya di PBNU/RMOL

Politik

Serahkan Langsung Dukungan, 28 PWNU Ingin Said Aqil Siroj Kembali Pimpin PBNU

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 17:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebanyak 28 pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menyatakan dukungan kepada KH Said Aqil Siroj untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026.

Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad mengatakan, dukungan tersebut disampaikan langsung pimpinan 28 PWNU kepada Said Aqil di Jakarta.

"Tadi malam juga kita berkumpul yaitu meminta kepada beliau KH Said Aqil Siraj untuk bersedia menjadi ketua umum PBNU periode 2021-2026," ujar Juhadi Muhammad dalam konferensi pers di Rumah Lobi, Bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/12).


Dikatakan Juhadi, dukungan itu berdasarkan penilaian pada kinerja Said Aqil yang telah memimpin PBNU selama dua periode. Yakni, mulai dari pengembangan fasilitas kesehatan yang dimiliki NU di seluruh Indonesia.

"Juga sektor pendidikan, selama beliau memimpin berdirilah Universitas Nahdhatul Ulama, belum lagi sekolah tinggi yang ada di Indonesia, kemudian beliau juga mampu mengirimkan kader kita keluar negeri untuk belajar baik S1, S2 maupun S3," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, Said Aqil juga mampu menggerakan dan menjalankan program sosial dalam membantu pemerintah menanggulangi dampak sosial pandemi Covid-19.

"Bersama Satgas, beliau mampu mendistribusikan senilai Rp 800 miliar. Kemudian di bidang Lazisnu beliau melalui NU Care mampu mendistribusikan sebanyak Rp 2,3 triliun," tuturnya.

Meski punya berbagai catatat prestasi,kata dia, PWNU tetap menitipkan pesan agar apa yang sudah dilakukan saat ini, terus dikembangkan pada kepemimpinan Said Aqil kedepannya.

"Kami minta ke depan untuk meningkatkan lagi baik di sektor pendidikan, kesehatan juga di LazisNU, kami meminta beliau agar mampu membangun peradaban dari NU untuk dunia," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya