Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

Dunia

Perkuat Misi Perdamaian PBB, Indonesia Kirim 1.000 Pesonel Tambahan

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 16:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia berkomitmen untuk mengirim 1.000 personel tambahan untuk memperkuat pasukan penjaga perdamaian atau peacekeeper.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan virtual 4th UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) dengan tema "Partnership in Training and Capacity Building" pada Selasa (7/12).

UNPM sendiri digelar oleh Korea Selatan dan dihadiri oleh lebih dari 50 negara. Pertemuan secara khusus ditujukan untuk memperkuat misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).


"(Indonesia) komitmen memajukan pelatihan dan peningkatan kapasitas para peacekeepers mutlak diperlukan guna mendukung mandat misi dan memastikan keselamatan mereka," ujar Retno dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri.

Secara khusus, Retno menyampaikan, pelatihan dan peningkatan kapasitas diperlukan untuk mendukung pasukan penjaga perdamian yang seringkali bertugas di situasi berbahaya.

Untuk itu, ia menekankan dua hal penting yang perlu dilakukan. Pertama, pelatihan dan peningkatan kapasitas harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Di masa pandemi seperti saat ini, peacekeepers kita mendapat tugas tambahan. Mereka harus dapat mendukung negara tempat misi untuk penanganan pandemi. Di sinilah pengetahuan mengenai kesehatan komunitas menjadi hal yang penting," jelasnya.

Sementara itu, hal kedua yang ditekankan oleh Retno adalah pentingnya investasi seluruh negara bagi kemitraan yang inovatif.

Ia mengatakan, Triangular Partnership Project (TPP) yang akan berlangsung di Indonesia pada tahun 2022 merupakan salah satu wujud sumbangsih Indonesia dalam mendukung inovasi kemitraan.

“Penguatan kemitraan yang inovatif ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas peacekeepers perempuan, khususnya dalam perlindungan warga sipil,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya