Berita

Konsolidasi Sahabat Ganjar Bali/Ist

Politik

Gelar Konsolidasi, Sahabat Ganjar Bali: Ganjar Pranowo Kini Milik Seluruh Indonesia

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 15:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Guna memastikan mesin relawan memiliki hubungan kerjasama internal yang produktif dan harmonis dengan para pemangku kepentingan, konsolidasi jadi sebuah kebutuhan.

Karena itulah, DPW, DPC, dan relawan pendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tergabung dalam kelompok Sahabat Ganjar menggelar konsolidasi relawan se-Provinsi Bali.

Acara bertajuk “Menguatkan Visi dan Misi Sahabat Ganjar Mengawal Kursi 2024” digelar di komplek Dewarra Sport Center, Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Senin (6/12).


“Hal itu sesuai dengan visi misi kami untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas," ujar Ketua DPW Sahabat Ganjar Bali, I Gusti Gede Arya Teja, dalam keterangannya, Selasa (7/12).

Arya Teja menegaskan, relawan Sahabat Ganjar berkomitmen untuk terus mengawal Ganjar Pranowo agar tetap berkibar di seluruh Indonesia.

“Sudah ada lebih dari 300 cabang DPC Relawan Sahabat Ganjar yang tersebar di 34 Provinsi Indonesia dan 22 perwakilan di luar negeri hingga saat ini," katanya.

"Tentunya kegiatan kami tidak berhenti sekedar deklarasi dukungan saja tetapi juga harus dengan disertai adanya gerakan yang  nyata dapat dirasakan masyarakat Indonesia,” sambung Arya Teja.

Pernyataan Arya Teja ini ditegaskan lagi oleh salah satu perwakilan DPP Sahabat Ganjar, Indah CH, yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurut Indah, Sahabat Ganjar terlahir dari sukarelawan yang mencintai seorang Ganjar Pranowo.

“Sosok Ganjar Pranowo kini bukan hanya milik warga Jateng saja, tapi sudah menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Karenanya kami menilai bahwa Pak Ganjar ini bisa pemimpin yang tepat sebagai penerus Presiden Jokowi,” tegasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya