Berita

Bripda Randy Bagus saat ditahan/Net

Politik

Hati-hati, Proses Hukum Bripda Randy Jangan Munculkan Masalah Baru

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 11:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Jaksa penuntut umum diingatkan untuk berhati-hati dalam menerapkan pasal berlapis pada proses hukum Bripda Randy Bagus dalam kasus kematian Novia Widyasari yang diduga bunuh diri di makam ayahnya.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan, jangan sampai upaya proses hukum pada kasus tersebut memunculkan masalah baru karena kurangnya kecermatan penegak hukum.

"Kita lihat jaksa penuntutnya. Kan jangan sampai kemudian pelanggaran ini ada pelanggaran lain. Dalam arti upaya untuk memberikan pasal berlapis ternyata tidak cocok tidak tepat," ujar Nasir di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).


Nasir Djamil memahami kasus tersebut menjadi perhatian publik dan tidak sedikit mendesak ada hukuman berat bagi Randy. Tetapi, sebaiknya semua proses hukum diserahkan pada penegak hukum.

"Saya pikir serahkan saja ke jaksa penuntut untuk menuntut dia apakah pasal berlapis atau tidak, sehingga kemudian bisa mengajukan persidangan," katanya.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera ini berharap tidak ada justifikasi kepada Randy sebelum pengadilan mengambil keputusan.

"Dia belum bisa dianggap bersalah. Itu asas hukum, jadi tetap juga kita memperhatikan hak asasi yang dimiliki meskipun dia sudah melakukan itu, itulah konsekuensi hidup di negara demokrasi dan negara hukum," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya