Berita

Kapal militer China/Net

Dunia

Lirik Guinea Khatulistiwa, China Ingin Bangun Markas Militer Permanen Pertama di Samudra Atlantik?

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China tengah berusaha untuk membangun markas militer permanen pertamanya di Samudra Atlantik. Bahkan Beijing sudah melirik Guinea Khatulistiwa sebagai target potensialnya.

Rencana tersebut diungkap dari informasi intelijen rahasia Amerika Serikat (AS) yang dimuat dalam laporan The Wall Street Journal.

Dijelaskan, kehadiran China di pantai Atlantik Afrika akan meningkatkan kemungkinan ancaman terhadap AS. Pasalnya kapal perang China akan berada di seberang Pantai Timur.


Berbicara kepada Senat pada April lalu, Komandan Komando AS di Afrika, Jenderal Stephen Townsend mengatakan, ancaman paling signifikan dari China adalah fasilitas angkatan lautnya di pantai Atlantik Afrika.

"Bukan hanya sekadar tempat di mana mereka dapat melakukan panggilan pelabuhan dan mendapatkan gas atau bahan makanan. Tapi pelabuhan di mana mereka dapat mempersenjatai kembali dengan amunisi dan memperbaiki kapal angkatan laut," jelasnya.

Penasihat keamanan nasional untuk Presiden Joe Biden, Jon Finer sendiri telah melakukan perjalanan ke Guinea Khatulistiwa pada Oktober lalu untuk meyakinkan Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo dan putranya, Wakil Presiden Teodoro “Teodorin” Nguema Obiang Mangue untuk menolak proposal China.

“Sebagai bagian dari diplomasi kami untuk mengatasi masalah keamanan maritim, kami telah menjelaskan kepada Guinea Khatulistiwa bahwa langkah-langkah potensial tertentu yang melibatkan aktivitas (China) di sana akan meningkatkan masalah keamanan nasional,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Biden.

Obiang adalah presiden terlama di dunia, setelah memerintah selama lebih dari 40 tahun. Human Rights Watch dan kelompok-kelompok lain telah mengeluhkan represi yang dilakukan aparat terhadap masyarakat sipil selama masa pemerintahannya.

Bahkan banyak pihak menyoroti korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tinggi di sana.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya