Berita

Media gathering bersama Eselon I Kemlu di Kantin Diplomasi pada Senin, 6 Desember 2021/RMOL

Dunia

Konsisten Bantu Myanmar, RI Buat Pendekatan dengan Semua Pihak Tanpa Intervensi

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 13:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia tetap konsisten pada posisi untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar melakukan pendekatan dengan berbagai pihak. Meski begitu, Indonesia tetap memperhatikan batasan untuk tidak ikut campur.

Begitu yang dikatakan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani selama media gathering di Kantin Diplomasi Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta pada Senin (6/12).

"Pertama, seperti yang kita sampaikan, fokus kita adalah pada welfare and safe. Itu yang penting, dan kita tetap konsisten pada posisi kita," ujarnya.


Abdul Kadir mengakui Indonesia menyesalkan lambatnya pelaksanaan lima poin konsensus yang telah disepakati oleh ASEAN dan Myanmar, termasuk kunjungan utusan khusus ASEAN ke Burma.

Kendati begitu, ia mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, termasuk Kamboja yang akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun depan.

"Sejak awal kita melakukan engagement dengan semua pihak. Kita melakukan engagement dengan Wunna (Maung Lwin) yang 'menjabat' sebagai menlunya. Kita melakukannya dengan NUG (National Unity Government)," jelasnya, merujuk pada pemerintahan bayangan pro-demokrasi di Myanmar.

Dalam setiap pendekatan yang dilakukan, Abdul Kadir mengatakan, Indonesia selalu mengedepankan prinsip demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, dan non-interference.

Lantaran ia menggarisbawahi, penyelesaian isu masalah suatu negara dengan memaksakan satu solusi dari pihak lain tidak akan berhasil.

"At the same time, kita tidak ikut campur soal penyelesaian politik. It's up to them, not up to us," tegasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya