Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto/Net

Politik

Belum Maksimal, Komisi VI DPR akan Evaluasi Rencana IPO Perusahaan BUMN

JUMAT, 03 DESEMBER 2021 | 17:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komisi VI DPR RI memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah BUMN yang akan melakukan aksi korporasi berupa right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) maupun Initial Public Offering (IPO).

Menurut anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, evaluasi diperlukan karena aksi right issue dan IPO sebelumnya tidak maksimal. Hal itu bisa terlihat dari seringnya BUMN disuntik Penyertaan Modal Negara (PMN).

"BUMN ramai-ramai galang dana lewat IPO atau right issue. Pertanyaannya, banyak BUMN yang sudah go public tapi kinerja tidak optimal. Jadi perlu ada evaluasi memadai," kata Darmadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/12).


Politisi PDIP ini menjelaskan, kementerian BUMN perlu melakukan kajian dan telaah komprehensif terhadap BUMN yang akan melakukan IPO dan right issue.

Kondisi kesehatan, ukuran nilai, serta waktu privatisasi dan kondisi pasar harus menjadi poin-poin penting sebelum IPO atau go public.

"Kondisi kesehatan termasuk didalamnya apakah laporan keuangan mencerminkan kondisi kesehatan riil dari BUMN tersebut," tandasnya.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis kemarin, Kementerian BUMN menyebut sejumlah BUMN akan melakukan IPO dan right issue pada tahun 2022.

BUMN yang akan melakukan right issue adalah PT Semen Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Kimia Farma Tbk.

Adapun BUMN yang akan melakukan IPO yakni PT Pertamina Geothermal Energy (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya