Berita

Aksi Gerakan Pemuda Muslim Jakarta di depan Gedung Pertamina/Ist

Politik

"Menolak Lupa Ahok" Warnai Reuni 212 Ingatkan Bahaya Laten Penistaan Agama

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 20:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi damai Reuni 212 yang digelar di Jakarta Pusat turut diikuti oleh Gerakan Pemuda Muslim Jakarta.

Berbeda dengan sejumlah alumni 212 yang menggelar aksi di dekat kawasan Patung Kuda, massa dari pemuda Muslim Jakarta memilih pelataran Gedung Perwira Pertamina, Kamis (2/12).

Koordinator Gerakan Pemuda Muslim Jakarta, Faisal mengatakan, aksi tersebut ditujukan untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya laten menistakan agama.


Bahkan pemilihan lokasi di depan Gedung Pertamina sengaja dilakukan seiring jabatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Diketahui, Ahok menjadi pemantik aksi 212 saat tersandung kasus penistaan agama September 2016 silam.

“Kami hanya ingin mengingatkan kepada mereka yang merasa memiliki kuasa, untuk hati-hati terhadap ucapan,” kata Faisal.

Bagi Faisal, seorang pejabat harus bisa berbicara secara bijak. Termasuk yang dialami Ahok saat keselo lidah menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 saat akan maju sebagai calon Gubernur Jakarta 2017.

“Kita tidak boleh lupa soal kejadian Ahok yang 2019 lalu, dan kedepannya kami berkomitmen akan selalu berada di garda terdepan untuk melawan mereka yang merendahkan Islam," tandas Faisal.

Ahok sendiri kini kembali menjadi sorotan publik usai menggugat roadmap mobil listrik (electric Vehicle atau eV) di ruang publik. Padahal, mobil listrik merupakan salah satu cita-cita agar bisa terwujud 3 sampai empat tahun ke depan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya