Berita

Kedutaan Besar India di Kabul, Afghanistan/Net

Dunia

Siap Buka Lagi Kedubes di Kabul, India: Kehadiran Diplomatik Tak Berarti Akui Taliban

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 13:22 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Pemerintah India dilaporkan akan kembali membuka Kedutaan Besar mereka di Kabul, Afghanistan, setelah berbulan-bulan ditutup akibat pengambilalihan Taliban.

Mengutip sejumlah pejabat India, Khaama Press pada Rabu (1/12) memuat, kehadiran diplomatik dan pembukaan kedutaan di Afghanistan tidak berarti New Delhi mengakui Taliban.

Meski begitu, India menyatakan niat untuk bekerja sama dengan pemerintahan baru Afghanistan demi membantu rakyat.


Selain India, Uni Emirat Arab (UEA), Jepang, Jerman, dan Uni Eropa telah memulai pembicaraan untuk membuka kembali kedutaan mereka di Kabul.

Pada Selasa (30/11), kantor berita resmi Arab Saudi Saudi Press Agency melaporkan kerajaan telah memutuskan untuk membuka bagian kekonsuleran di kedutaan besarnya di Kabul.

"(Keputusan itu) berasal dari keinginan kerajaan untuk menyediakan semua layanan konsuler kepada rakyat Afghanistan," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya