Berita

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman/Net

Politik

Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Jenderal Dudung Kena Semprot Imam Masjid New York

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 11:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman memantik kontroversi usai menyebut tuhan bukan orang Arab.

Dalam percakapannya di channel Youtube Deddy Corbuzier, Jenderal Dudung menceritakan kebiasaan dirinya yang berdoa menggunakan bahasa Indonesia usai menjalankan shalat.

"Kalau saya berdoa setelah shalat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab," kata Dudung dikutip redaksi, Rabu (1/12).


Pernyataan ini pun langsung menjadi sorotan publik. Pembahasan mengenai Jenderal Dudung bahkan menjadi trending topic di Twitter Rabu siang.

Salah satu tokoh yang turut mengomentari mantan Pangdam Jaya yang viral usai menurunkan baliho Habib Rizieq ini yakni Imam di Islamic Center of New York, Shamsi Ali.

Imam Shamsi Ali menjabarkan, penggunaan bahasa dalam melantunkan doa kepada tuhan tidak menjadi masalah. Namun Imam Shamsi mempersoalkan diksi Jenderal Dudung saat menyebut Tuhan bukan orang Arab.

"Tidak perlu Tuhan dikaitkan dengan etnis/bangsa. Statemen Jenderal keliru. Tuhan memang pastinya bukan orang. Karena bukan orang, maka Tuhan tidak dibatasi oleh kebangsaan/etnis/ras," kritiknya dikutip dari akun Twitternya.

Dibanding memicu kegaduhan dengan menyinggung agama, direktur Jamaica Muslim Center ini pun meminta Jenderal Dudung fokus dalam tugasnya sebagai KSAD.

"Baiknya tuntaskan KKB di Papua," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya