Berita

Wajah Folies Bergere di masa lalu/Net

Histoire

Gedung Pertunjukkan Paling Sensasional: Folies Bergere, Kehebohan Hiburan Malam Paris

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kota Paris memiliki banyak monumen dan bangunan ikonik yang membuatnya tampil cantik. Mulai dari Menara Eiffel hingga Notre Dame. Di antara salah satu tempat tertua dan paling bersejarah yang masih berdiri hingga saat ini adalah Folies Bergere, aula musik kabaret yang berdiri sejak tahun 1869.

Pada 30 November 1886, gedung ini pernah mencatat sejarah dengan pertunjukan fenomenalnya,  "Place aux Jeunes",  yang membawanya menjulang ke dunia internasional.

Sejak berdirinya, 1 Mei 1869, Folies Bergère digunakan untuk pertunjukan teater dan pantomim, dan menjadi salah satu tempat yang menjadi daya tarik wisata Prancis.


Orang-orang menyukai gedung ini karena banyak menampilkan pertunjukkan yang menghibur. Seniman papan atas juga memulai karirnya di sini.

Nama Folies-Bergère kemudian menjulang  setelah menampilkan pertunjukan sandiwara berjudul “Place aux Jeunes”, di mana para pemain wanita menggunakan kostum yang sangat sensasional.

Kehebohan pertunjukkan itu membuat Folies-Bergère banyak disebut-sebut menjadi rujukan untuk hiburan malam.

Dari situlah kemudian pertunjukkan seperti musik, operet, sketsa vaudeville, playlet, balet, akrobat, dan sejenisnya, dikemas dengan tampilan tokoh wanita yang telanjang.
Pada 1890-an, Folies mengikuti selera striptis Paris. Reputasi sebagai gedung kesenian dan teater itu berubah  dengan cepat menjadi gedung pertunjukan 'telanjang' yang spektakuler. Yang unik, teater ini tidak memungut biaya. Menggelar revues yang menampilkan sebanyak 40 set, 1.000 kostum, dan kru yang berjumlah sekitar 200 orang.

Pada 1918-1966, Paul Derval membawa Folies mencapai reputasi internasionalnya. Di bawah manajemennya, gedung pertunjukkan itu mampu memikat semua pecinta seni dengan sebuah pertunjukkan paling mewah dan spektakuler, di mana para wanita muda cantik berparade dalam keadaan hampir telanjang.

Para penonton yang menikmati pertunjukkan bisa ikut berakrab-akrab dengan para penyanyi dan pemain akrobatnya yang juga berpenampilan hampir telanjang.

Pada 1974, Folies-Bergère berada di bawah manajemen Hélène Martini. Untuk setiap pertunjukkan, dibutuhkan waktu selama 10 bulan perencanaan dan persiapan, menggunakan 40 set berbeda, dan 1.000 hingga 1.200 rancangan kostum yang berbeda untuk setiap tokohnya.

Mengutip History, The Folies Bergère tetap sukses sepanjang abad ke-20 dan masih dapat dilihat di Paris sampai saat ini, meskipun lebih banyak konser yang ditampilkan. Dalam setiap penampilannya yang sudah berlangsung selama satu abad, judul acara selalu berisi 13 huruf dan menyertakan kata 'Folie'.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya