Berita

Rais Aam PBNU saat menerima kedatangan 27 PWNU di Kantor PBNU, Jalan Kramat raya No. 164, Jakarta Pusat, Senin (29/11)/Ist

Politik

27 PWNU Sambangi Kantor PBNU, Dukung Perintah Rais Aam Laksanakan Muktamar 17 Desember

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 17:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sebanyak 27 Pengurus Wilayaha Nahdlatul Ulama (PWNU) menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat, Senin pagi (29/11).

Kedatangan mereka untuk menemui Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Mereka menyatakan siap menjalankan perintah Rais Aam untuk menyelenggarakan Muktamar ke 34 di Lampung pada tanggal 17 Desember 2021.

Saat menemui Rais Aam, 27 PWNU bahkan menyampaikan surat pernyataan bersama yang isinya dukungan dan komitmen melaksanaan forum permuswaratan tertinggi NU itu dengan sejuk dan membahagiakan para nadhliyin.


"Memohon kepada PBNU dan segenap panitia Muktamar NU ke 34 untuk menyelenggarakan Muktamar NU ke 34 pada tanggal 17-19 Desember dengan sebaik-baiknya," demikian salah satu poin pernyataan bersama yang disampaikan ke Rais Aam PBNU, Senin (29/11).

Dua puluh tujuh PWNU yang menyambangi PBNU dan diterima oleh Rais Aam diantaranya: Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Bali.

Selain itu hadir pula: NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat.

Persoalan Muktamar NU dalam beberapa hari ini menjadi perdebatan publik.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengeluarkan surat perintah pada PBNU dan Panitia Muktamar. Dalam surat itu Rais Aam memerintahkan untuk melaksanakan Muktamar dengan tenggat waktu hingga 17 Desember 2021.

Sedangkan Ketua Panitia Nasional Muktamar NU Imam Aziz menyatakan, Panitia Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama lebih sepakat jika acara diundur ke Januari 2022 dari jadwal sebelumnya 23-25 Desember 2021.

Imam Aziz mengatakan, hal tersebut sejalan dengan saran dari sembilan kiai sepuh NU yang menyaranan Muktamar diundur ke Januari 2022 bertepatan hari lahir NU.

Selain untuk menghormati kiai sepuh, kata Imam, dengan diundur ke Januari maka persiaan Muktamar akan lebih matang.

"Kita akan lebih senang kalau diundur. Dari sisi persiapan juga memang mepet ya," kata Imam saat dihubungi wartawan, Jumat (26/11).

Informasi yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, tarik ulur waktu pelaksanaan Muktamar lebih disebabkan karena dinamika politik antara kedua kandidat.

Kelompok petahana Said Aqil Siroj ingin menunda Muktamar karena sejauh ini masih berpotensi mengalami kekalahan kalau Muktamar diadakan secepatnya.

Sedangkan kubu KH Yahya Cholil Staquf sejauh ini terbuka kapan saja Muktamar digelar. Mereka memilih patuh pada kehendak Rais Aam sebagai pemimpin tertinggi di NU.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya