Ilustrasi/AP
Ilustrasi/AP
Ilmuwan menyebut varian tersebut memiliki jumlah mutasi yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan kekacauan baru dalam pengendalian pandemi Covid-19.
Varian Nu pertama kali ditemukan oleh ahli virologi dari Imperial College London Dr Tom Peacock. Ia kemudian membagikan detailnya di situs web berbagi genom, seperti dikutip NZ Herald, Kamis (25/11).
Populer
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19
Senin, 25 Mei 2026 | 23:14
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
UPDATE
Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53
Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32
Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10
Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26