Berita

Banjir di Tebing Tinggi/Ist

Nusantara

Ini Penyebab Banjir di Tebing Tinggi Menurut Gubernur Sumut

SELASA, 23 NOVEMBER 2021 | 15:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Banjir yang terjadi di Tebing Tinggi terjadi karena rusaknya tepian sungai Padang yang mengalir melewati kota tersebut. Di sisi lain, tanggung jawab dalam melakukan pemeliharaan ada pada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II.

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, terkait banjir yang merendam ribuan rumah di Tebing Tinggi.

Lalu mengapa BWS Sumatera II belum menangani tepi sungai yang rusak? Menurut Edy karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.


"Ini yang dilakukan dalam tahun kemarin, saya komunikasikan, tapi karena Covid itu direfocusing. Jadi dananya tidak dilakukan untuk pemeliharaan sungai," terang Edy, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Karena pemerintah pusat yang punya wewenang, lanjut Edy, sehingga Pemprov Sumut tak bisa melakukan pemeliharaan.

"Ataupun iya tak cukup juga duitnya itu, karena Sungai Padang itu cukup panjang dan sudah lama tak ditangani," ujarnya.

Meski begitu, Pemprov Sumut menurutnya terus berkomunikasi dengan Kementerian PUPR untuk menangani tepi sungai yang rusak. Tahun depan, penanganannya kembali diajukan.

"Iya terus sudah dibicarakan, sudah dimasukkan ke Bappenas. Nah kebetulan kemarin karena Covid sehingga direfocusing. Tahun depan kita ajukan kembali. Kita kawal untuk itu harus dilaksanakan," tambahnya.

Ditanya soal warga yang menjadi korban banjir, menurut Edy itu adalah urusan Pemda, termasuk Pemprov Sumut.

"Untuk warga terdampak nanti urusan kita. Saya kembali dari sini saya akan segera lihat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Abdul Haris Lubis mengaku telah menurunkan tim untuk ikut membantu evakuasi sekaligus mendata para warga korban warga longsor dan kerusakan yang timbul.

Sejauh ini, sesuai laporan BPBD Tebing Tinggi, sebanyak 4.888 rumah terendam banjir. Sedangkan sebanyak 5.100 KK atau 16.683 jiwa warga terdampak banjir.

"Nanti laporannya sampai kepada kami untuk selanjutnya kita koordinasikan apa yang akan dibantu Pemprov. Karena itu kita menunggu laporan tersebut," ujar Abdul Haris Lubis, Senin kemarin (22/11).

Lebih lanjut Abdul Haris mengatakan, BPBD Sumut akan melaporkan dampak banjir kepada gubernur.

"Sehingga apapun  penanganannya akan sesuai prosedur dan arahan dari pimpinan," ujarnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya