Berita

Didampingi Puan Maharani, Megawati bertemu Prabowo Subianto di sela-sela pelantikan Andika Perkasa Panglima TNI/Repro

Politik

Pertemuan Mega-Prabowo di Istana Disoal Andi Mallarangeng, PDIP: Itu Prasangka Buruk

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 23:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menilai pernyataan Andi Alfian Mallarangeng soal pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto di Istana Negara, sebagai prasangka yang tidak tepat.

"Saya khawatir, publik akan menilai tudingan Andi Alfian Mallarangeng ini merujuk pada kebiasaan pribadinya. Yakni saat dia menjadi elite berkuasa di era pemerintahan Pak SBY,” tegas Deddy lewat keterangan tertulisnya, Senin (22/11).

Deddy berpandangan bahwa publik bisa berpikir, Andi Mallarangeng sering melakukan pertemuan kasus hukum yang dilakukan pemerintahan masa lalu.


“Jangan-jangan dulu Andi sering melakukan pertemuan-pertemuan yang kemudian jadi kasus hukum? Publik bisa menduga-duga berbagai kasus yang terjadi di pemerintahan lalu, apa juga dibahasnya di istana? Publik juga tahu kalau Alfian Malarangeng kan pernah dipenjara karena kasus korupsi Hambalang. Kan bisa begitu,” ucapnya.

"Jadi karena dia dulu begitu, seenaknya meAnglakukan apapun di Istana, sekarang menuduh orang lain melakukan hal yang sama. Itu yang saya khawatir kini dipikirkan oleh masyarakat khususnya Netizen,” imbuhnya.

Pihaknya, meminta Andi untuk mengklarifikasi pernyataannya tersebut, lantaran dia mengkhawatirkan pernyataan Andi Mallarangeng murni dari prasangka buruk.

"Makanya Ini harus diklarifikasi oleh Andi Alfian Mallarangeng. Jika bukan karena alasan itu, Saya khawatir pernyataan Andi Alfian ini murni prasangka buruk atau ingin menuai simpati publik. Mungkin Andi Alfian Malarangeng harus piknik di google untuk memastikan bahwa di masa pemerintahan SBY tidak pernah melakukan pertemuan politik atau dengan tokoh politik di Istana Negara. Jangan sampai nanti dipermalukan oleh netizen ketika kebenaran terungkap,” katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya