Berita

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid/RMOL

Politik

Golkar Lamar Ganjar, Jazilul Fawaid: Harusnya Ganjar Ngelamar ke PKB

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 15:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lamaran yang dikirimkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Nurdin Halid, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. untuk mendampingi Ketum Golkar Airlangga Hartarto maju di 2024 mendatang, cukup menarik perhatian publik.

Hal ini bahkan berpeluang terwujud. Mengingat sejauh ini Ganjar memiliki elektabilitas yang cukup tinggi dan belum ada partai yang dengan tegas bakal mengusungnya dalam Pilpres 2024.

Dalam pandangan Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, sejauh ini belum ada sosok dengan elektabilitas di atas 30 persen, termasuk Ganjar Pranowo. Oleh karena itu, PKB tidak ingin tergesa-gesa dalam menentukan pilihan politiknya.


"Hari ini tidak ada elektoral elektabilitas, termasuk Pak Ganjar, di atas 30 persen. Saya sudah pakai ilmu survei nih, itu artinya belum ada yang dominan. Termasuk Pak Ganjar,” ucap Jazilul di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (22/11).

Ganjar bisa memiliki elektabilitas yang tinggi berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei dianggapnya wajar, lantaran diframing untuk menjadi pilihan rakyat.

"Jadi biasalah, Pak Ganjar diframing seakan-akan memang beliau yang paling ini (elektabilitas tinggi), tapi kan partainya belum ada sampai saat ini,” imbuhnya.

Disinggung mengenai PKB bakal ikut melamar Ganjar untuk 2024 mendampingi Cak Imin, Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan seharusnya Ganjar yang melamar ke PKB.

"Lah kalau dia enggak punya partai masa kita yang ngelamar? Dia yang ngelamar ke kita. Begitu caranya. Umba-umbunya kan begitu,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya