Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno (tengah)/RMOL

Politik

Adi Prayitno: Perjuangan Gerindra Tidak Sulit Jika Usung Sandiaga Uno di Pilpres 2024

MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 | 21:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bermodal elektabilitas yang berada dalam trend positif dalam berbagai lembaga survei, semakin membuka jalan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Kalau melihat hasil survei yang dirilis PRC (Politika Riset dan Consulting) minggu lalu, elektabilitas Sandi naik. Tak heran jika publik melabeli Sandiaga Uno 'barang bagus'," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno kepada wartawan, Minggu (21/11).

Dijelaskan Adi, elektabilitas Sandiaga Uno naik signifikan setelah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasalnya, elektabilitas Sandiaga tenggelam pasca Pilpres 2019 saat kalah ketika berpasangan dengan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.


Lanjut akademis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, dia pernah membuat penelitian pada Desember 2020 lalu, dengan simulasi Prabowo tidak maju pada Pilpres 2024.
Hasilnya, mayoritas pemilih Prabowo signifikan mengalihkan pilihan pada Sandiaga.

"Hasilnya hampir 96 persen pemilih Prabowo, lebih memilih Sandiaga Uno. Basis pemilihnya mulai berdenyut kembali di berbagai tempat. Tak heran dalam survei PRC yang terbaru, Sandi paling atas, disusul dengan kandidat lain seperti Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Tri Rismaharini (Menteri Sosial RI)," bebernya.

Bagi Adi, menjadi figur yang fleksibel dan gampang bergaul dengan masyarakat menjadi nilai lebih dari Sandiaga Uno.

Bahkan, Partai Gerindra relatif tidak akan mengeluarkan tenaga lebih untuk mensosialisasikan mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu.

"Jika Sandi bisa jadi Capres 2024, rasanya perjuangannya tidak terlalu sulit karena dia sudah dikenal publik secara luas,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya