Berita

Ilustrasi Pemilihan Umum 2024/RMOL

Politik

KPU RI Simulasi Penyederhanaan Surat Suara untuk Minimalkan Suara Tidak Sah

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Simulasi pemungutan dan penghitungan suara dalam persiapan Pemilu Serentak 2024 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan memfokuskan penyederhanaan surat suara.

Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik menjelaskan, penyederhanaan surat suara dimaksudkan untuk meminimalkan potensi surat suara tidak sah saat pemilu 2024 digelar.

"Kami berharap dari simulasi bisa diketahui format surat suara apa yang lebih memudahkan, efisien, dan efektif bagi peserta dan penyelenggara," kata Evi dalam simulasi terpusat dari Kantor KPU Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (20/11).


Pada Pemilu Serentak 2019, dikatakan Evi, persentase suara tidak sah cukup tinggi. Pemilihan anggota DPD tercatat lebih dari 19 persen suara tidak sah. Sementara, surat suara tidak sah dalam pemilihan anggota DPR sekitar 11,04 persen.

Masih kata Evi, simulasi dengan dua jenis surat suara di dua TPS melibatkan 100 pemilih, terdiri dari pegiat pemilu, perguruan tinggi, mahasiswa, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dalam simulasi ini disediakan dua macam surat suara dan dua tempat pemungutan suara (TPS). Adapun jenis surat suara yang digunakan yakni surat suara yang terdiri dari dua lembar dan surat suara yang terdiri dari tiga lembar surat suara.

Selain simulasi, KPU akan menanyakan pendapat partisipan setelah mereka selesai melakukan simulasi pemilihan tersebut.

"Mudah-mudahan upaya dalam rangka mendapatkan pemilu berkualitas akan bisa kita capai dengan simulasi-simulasi," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya