Berita

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil/Net

Politik

Beathor Suryadi: Mafia Tanah Makin Brutal, Sofyan Djalil Tak Berdaya?

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 16:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus mafia tanah yang dialami artis Nirina Zubir belakangan ini merupakan salah satu contoh nyata betapa kasus mafia tanah memang banyak dialami warga.

Menurut Politikus senior PDIP Beathor Suryadi, pemerintah dalam hal ini Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil harusnya sadar diri dan mundur dari jabatannya.

Argumentasi, Beathor, saat ini praktik mafia tanah yang semakin brutal selama ini seolah didiamkan oleh Menteri terkait.


"Mafia tanah semakin brutal, Sofyan Djalil Tak Berdaya?" kata Beathor kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat sore (19/11).

Beathor lantas mempertanyakan kenapa mafia tanah masih terjadi hingga saat ini.

Fakta itu, kata dia, karena Menteri terkait tidak berdaya menegur apalagi memberi sanksi kepada oknum pejabat di BPN yang bermain dengan bandit tanah.

"Kenapa itu terjadi? Ada kesan tidak berdayanya Sofyan Djalil karena para Pejabat BPN yang nakal dan bandit mafia tanah sudah pegang rahasia Sofyan Djalil," cetusnya.

"Apa mungkin Sofyan Djalil bersih dari sogok, kenaikkan pangkat, dan promosi penempatan Kakantah yang disponsori mafia?" sambungnya.

Beathor menambahkan, proses pelepasan hak atas tanah sesuai PP 24/1997 tentang pendaftaran tanah begitu banyak syarat dan ketentuannya.

Namun, kadang-kadang dalam beberapa kasus termasuk yang dialami artis Nirina Zubir, itu begitu mudahnya pindah nama kepemilikan tanah.

"Kan harus ada Akta jual beli? Semua atas rekayasa pegawai BPN atas keinginan pihak ART (tersangka) tersebut yang didanai oleh pihak pemodal," tuturnya.

"Momentum yang tepat untuk Sofyan Djalil mundur dari Kabinet Jokowi-Maruf," demikian Beathor.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya