Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Lansia di Indonesia Sudah Bisa Terima Vaksin Covovax Produksi India

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 22:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) sudah bisa menggunakan merk vaksin Covovax produksi perusahaan asal India.

Pasalnya, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use autorizhation) untuk merk vaksin ini.

Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan, vaksin Covovax sudah dilakukan uji klinis fase ketiga di Inggris. Hasilnya, tingkat efikasi tercatat tinggi.


"Efikasi vaksin (Covovax) pada kelompok lanjut usia, berdasarkan uji klinis fase tiga di Inggris adalah 88,9 persen," ujar Penny dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (18/11).

Di samping itu, Penny juga menyebutkan hasil uji klinis fase 2/3 vaksin Covovax yang dilakukan di India menunjukkan respon imun yang baik berdasarkan ukuran 14 hari setelah pemberian dosis kedua vaksin merk ini.

"Sesuai persyaratan EUA, BPOM telah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu yang mengacu pada standar evaluasi vaksin Covid-19, baik standar nasional maupun internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi Vaksin Covovax di India," kata Penny.

Dari hasil evaluasi tersebut, Penny memastikan Vaksin Covovax dapat digunakan untuk kelompok dewasa berusia 18 tahun ke atas, dengan diberikan sebanyak dua kali dengan interval pemberian 21 hari.

Sebab katanya, khasiat atau efikasi dari vaksin Covovax pada usia 18 tahun ke atas mencapai 89,7-90,4 persen pada semua kasus Covid-19 dengan berbagai tingkat keparahan. Sementara pada kasus dengan tingkat keparahan sedang hingga berat berkisar 86,9-100 persen.

Vaksin Covovax ini merupakan merk ke-11 yang bisa digunakan setelah dikeluarkan izin penggunaan daruratnya oleh BPOM.

Vaksin yang diproduksi Serum Institute of India Pvt. Ltd. ini merupakan vaksin dengan teknologi platform rekombinan protein subunit glikoprotein spike yang menggunakan vaksin adjuvant Matrix-M1.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya