Berita

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman/Net

Politik

Siang Ini Dilantik Jadi KSAD, Letjen Dudung Abdurachman Punya Harta Rp 1 M

RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 11:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada siang ini, Rabu (17/11).

Letjen Dudung akan menggantikan posisi Jenderal TNI Andika Perkasa yang juga hari ini dilantik Presiden Jokowi menjadi Panglima TNI menggantikan posisi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Lalu, berapakah harta yang dimiliki Letjen Dudung Abdurachman?


Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, Letjen Dudung memiliki harta sebanyak Rp 1 miliar lebih berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2020 yang disetorkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

LHKPN 2020 ini disetorkan saat Letjen Dudung menjabat sebagai Pangdam Jaya yang disetorkan pada 21 Februari 2021.

Harta yang dimiliki Dudung terdiri dari harta tanah dan bangunan; alat transportasi dan mesin; kas dan setara kas.

Harta tanah dan bangunan yang dimiliki Dudung senilai Rp 640 juta terdiri dari tanah dan bangunan seluas 104/104 meter persegi di Magelang hasil sendiri seharga Rp 400 juta; dan tanah dan bangunan seluas 144/108 meter persegi di Bandung hasil sendiri seharga Rp 240 juta.

Selanjutnya harta alat transportasi dan mesin yang dimiliki Dudung senilai Rp 737 juta terdiri dari mobil Toyota Veloz tahun 2019 hasil sendiri seharga Rp 180 juta; motor Honda PCX tahun 2020 hasil sendiri seharga Rp 32 juta; dan mobil Toyota Fortuner 2.4 VRZ tahun 2020 hasil sendiri seharga Rp 525 juta.

Kemudian, harta kas dan setara kas yang dimiliki Dudung senilai Rp 110.870.275. Sehingga, sub total harta yang dimiliki Dudung sebesar Rp 1.487.870.275.

Akan tetapi, Dudung memiliki utang sebesar Rp 402.406.000. Sehingga sub total dikurangi utang yang dimiliki Dudung yaitu sebesar Rp 1.085.464.275.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya