Berita

Koordinator Jurbicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/RMOL

Politik

Demokrat Tegaskan Usulan JK Ketum PBNU Bukan Sikap Partai

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 14:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Demokrat meluruskan kabar terkait wacana pencalonan Jusuf Kalla sebagai Ketum PBNU, yang belakangan dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat, bukanlah atas nama Partai Demokrat.

Demikian disampaikan Koordinator Jurbicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa siang (16/11).

Herzaky mewakili partai meluruskan terkait wacana pencalonan Jusuf Kalla sebagai Ketum PBNU yang diutarakan oleh elite Partai Demokrat Syahrial Nasution.


Di kepengurusan PBNU yang dipimpin Said Aqil Siroj, JK mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU.

"Kami perlu tegaskan statement itu merupakan pandangan pribadi Saudara Syahrial Nasution sebagai bagian dari warga Nahdliyyin, yang juga ingin berkhidmat pada jamaah dan jamiyah Nahdlatul Ulama," ujar Herzaky.

Syahrial Nasution, kata Herzaky, merupakan salah satu pembina Yayasan Ponpes Alfitrah Gunung Pati, Ungaran, Kabupaten Semarang, yang terhubung ke Ponpes Alfitrah Kedinding, Surabaya.

Oleh karena itu, pernyataan Syahrial Nasution bersifat pribadi, bukan dalam kapasitasnya sebagai pengurus dan kader Partai Demokrat.

Partai Demokrat menghormati Khittah NU 1926 sebagai salah satu pilar kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia, memiliki independensi dan kemandirian yang harus dihormati.

NU di mata Herzaky, adalah organisasi yang dilindungi oleh karomah para Waliyullah.

"Karena itu, tidak elok jika ada pihak-pihak yang masih mencoba memperkeruh suasana dengan membentur-benturkan narasi yang tidak produktif menjelang Muktamar NU di Lampung, Desember mendatang," tuturnya.

Partai Demokrat, ditambahkan Herzaky, sebagai organisasi dan seluruh kadernya memiliki hubungan baik dengan NU.

Ia kemudian mengungkapkan kader terbaik Demokrat yakni Susilo Bambang Yudhoyono saat mengemban amanah sebagai Presiden juga memiliki hubungan erat dengan NU.

Apalagi, kata Herzaky, bukan hanya AHY, banyak kader Demokrat yang merupakan Nahdliyin.

"Sekali lagi, Partai Demokrat sangat menghargai kemandirian dan kebebasan setiap organisasi dalam menentukan dan memilih siapa ketua umumnya, termasuk NU, karena setiap organisasi memiliki cara dan aturannya masing-masing," katanya.

Ia berharap dengan penjelasan resmi Demokrat, berbagai pernyataan yang tidak tepat konteksnya bisa diluruskan.

"Agar kesalahpahaman tidak terus berlanjut dan hubungan Partai Demokrat dengan Nahdhatul Ulama yang selama ini terjalin baik, tetap terpelihara baik pada masa-masa mendatang," demikian Herzaky.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya