Berita

IlustrasiNet

Dahlan Iskan

John & John

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 05:21 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

INILAH cerita yang sama sekali tidak ada gunanya bagi Anda. Yakni tentang polisi hebat. Yang sampai pun meninggal dunia, tahun lalu, tidak berhasil mengejar buronannya.

Nama polisi itu: Kredibel. Ups, itu nama panggilan. Nama aslinya John Elliott. Begitu hebatnya Elliott sampai masyarakat Cleveland, Ohio, memberinya nama panggilan seperti itu.

Elliott terlalu cepat meninggal dunia. Harusnya ia berdoa agar meninggal dunia akhir November 2021. Agar hidupnya di alam baka bisa lebih tenang.


Jadinya Elliott seperti meninggal dengan masih punya utang sebesar kerbau bengkak.

Perampok bank terbesar di kotanya pada saat itu tidak bisa ia tangkap. Uang bank yang berhasil dirampok saat itu, kalau dinilai sekarang, sekitar Rp 25 miliar. Enggak seberapa sih, terutama kalau dibandingkan dengan "perampokan" bansos 52 tahun kemudian.

Waktu itu Elliott masih berumur 32 atau 33 tahun. Masih gesit-gesitnya menjadi polisi.

Karena itu Elliott malu sekali. Seperti celeng ditusuk hidungnya: rumah perampok itu tidak jauh dari rumahnya. Boleh dikata masih bertetangga.

Dan lagi si perampok baru berumur 18 tahun. Itu terjadi tahun 1969. Saat Anda masih belum lahir.

Nama perampok itu juga pakai John: John Conrad.

John Elliott mengejar John Conrad.

Gagal. Si perampok sudah kabur jauh.

Sampai sebulan kemudian belum juga tertangkap. Pun setahun kemudian. Sampai pun 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun kemudian.

Pun sampai John Elliott sendiri meninggal tahun lalu. Di usianya yang 83 tahun.

Conrad, yang merampok itu, adalah pegawai bank itu sendiri: Society National Bank Cleveland. Conrad belum satu tahun bekerja di bank itu. Sikapnya begitu baik. Terpercaya.

Jumat sore, 1969, ketika semua pegawai bank sudah pulang, Conrad masih bekerja. Sore itu Conrad meninggalkan bank dengan tenang: menjinjing tas kresek yang biasa ia bawa.

Di tas itulah uang bank setara dengan Rp 25 miliar ia bawa kabur.

Besoknya bank itu libur akhir pekan. Lusanya bank juga masih tutup: Minggu.

Baru di hari Senin para pegawai mencari Conrad: kok tumben. Belum masuk kerja. Ketahuanlah: lemari besi di bank itu bobol. Uang di dalamnya lenyap.

Polisi baru mendapat laporan di hari Senin itu. Telat sekali. Berbagai usaha dilakukan Elliott. Tetap saja gagal.

Satu-satunya keterangan berharga yang bisa didapat adalah: dari temannya. Conrad beberapa kali bercerita bahwa merampok bank itu mudah.

Waktu itu, 1968, Conrad baru saja menonton film baru:  tentang perampokan Boston Bank. Judul film itu Anda sudah tahu: The Thomas Crown Affair. Bintang film terkemuka Steve McQueen yang memerankan Thomas Crown �"si perampok.

Thomas itu kaya. Pebisnis. Juga pesohor. Ia atlet terkemuka, bintang olahraga. Ia merampok bukan karena uang, tapi hanya untuk permainan kecerdasan.

Ia organisasikan satu tim pelaku perampokan. Tanpa kenal siapa mereka. Sukses. Pelaku diminta menaruh hasil rampokan di tempat sampah. Thomas mengambilnya di situ. Tetap tidak kenal siapa para pelaku itu.

Bank Boston mengadakan sayembara: yang berhasil mengembalikan uang yang dirampok mendapat 20 persennya. Siapa tahu si perampok sendiri yang ikut sayembara.

Salah satu yang tertarik adalah seorang agen asuransi. Asu tenan. Dia cantik sekali. Instingnya mengatakan Thomaslah yang harus dicurigai. Si Cantik menjalin hubungan dengan Thomas. Sampai saling jatuh cinta.

Thomas pun ingin mengetes apakah Si Cantik benar-benar cinta padanya. Thomas merencanakan perampokan lagi. Setelah berhasil Thomas kirim telegram kepadanya: baru saja berhasil merampok bank. Agar Si Cantik mengambil uangnya di sebuah kuburan.

Thomas ingin mengujinya: kalau benar-benar cinta, Si Cantik tentu tidak akan mengajak polisi.

Thomas memata-matai kuburan itu. Ia naik mobil mewah Rolls-Royce. Mendekati lokasi. Ia lihat Si Cantik ternyata mengerahkan polisi.Thomas pun kecewa. Ia melarikan Rolls-Royce-nya ke bandara. Si Cantik mengejar. Agak telat. Ketika Si Cantik tiba di landasan, Thomas sudah menaiki tangga pesawat. Rolls-Royce-nya ditinggalkan begitu saja.

"Ambil mobil itu," kata Thomas. Pesawat pun melaju di landasan pacu.

Uang hasil rampokan ada di mobil itu.

Si Cantik hanya bisa memandangi pesawat yang melaju di langit biru dengan mata berkaca-kaca.

Lokasi pembuatan film itu di daerah Lynnfield, dekat Boston. Di situ tinggal seorang warga yang hidup sederhana dan baik hati: Thomas Randele. Ia punya istri dan satu anak perempuan. Pekerjaannya: bagian pemasaran sebuah industri mobil. Ia juga jadi salah satu pengurus kegiatan golf di Boston.

Enam bulan lalu, Mei 2021, Thomas Randele meninggal dunia. Ia sakit kanker paru. Saat meninggal umurnya 71 tahun.

Pekan lalu, media di Amerika dapat berita besar: Thomas Randele itulah John Conrad.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya