Berita

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Menuju 2024: Elektabilitas Ganjar Salip Prabowo, Jokowi Tiga Periode Ditolak Publik

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 09:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Elektabilitas Ganjar Pranowo jelang perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 kian tak terbendung.

Dalam survei terbaru Development Technology Strategy (DTS) menghadirkan 21 nama kandidat capres, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu paling tinggi, bahkan menyalip Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang selama ini perkasa di survei.

Dari 21 nama kandidat yang disurvei DTS, Ganjar unggul dengan elektabilitas 20,4 persen. Prabowo Subianto menempel tipis dengan 20,2 persen di posisi kedua. Lalu di peringkat ketiga ada Anies Baswedan dengan 16,6 persen.


Selain ketiga nama tersebut, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menparekraf Sandiaga Uno, hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas di bawah 10 persen.

Nama Ganjar juga masih memuncaki survei saat publik dihadapkan dengan simulasi tiga nama kandidat capres.

"Masuk ke skenario tiga capres. Ada Ganjar, Prabowo dan Anies. Ganjar ada yang dukungan paling tinggi, diikuti Prabowo dan terakhir Anies Baswedan," kata Ainul Huda dalam keterangannya, Minggu (14/11).

Selain elektabilitas kandidat capres 2024, DTS juga melakukan survei terhadap isu presiden tiga periode.

Pada survei DTS tersebut, 59,4 persen responden menyatakan tidak setuju apabila Jokowi menjadi presiden RI tiga periode, 32 persen menyatakan setuju, dan 8,6 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Selain itu, 53,3 persen warga desa juga menyatakan tidak setuju. Kemudian masyarakat kota menyatakan 63,9 persen tak sepakat bila Jokowi memerintah Indonesia tiga periode.

Survei tersebut dilakukan di 29 provinsi dengan 2.046 responden pada minggu pertama hingga pekan ketiga Oktober 2021. Metode survei menggunakan multistage random sampling. Adapun margin of error 2,17 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya