Berita

Aktivis Natalius Pigai/Net

Politik

Ingin Jokowi 3 Periode, Natalius Pigai: Ketum Nasdem Sudah Kehilangan Substansi Hidup

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 09:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keinginan menjadikan Joko Widodo sebagai presiden tiga periode seperti yang disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dikritisi aktivis asal Papua, Natalius Pigai.

Bagi Pigai, Nasdem sama saja sudah kehilangan esensi bernegara jika tetap menginginkan pelanggengan jabatan Jokowi hingga melewati aturan yang ditentukan undang-undang, yakni maksimal dua periode.

"Partai Nasdem sudah kehilangan esensi bernegara dan pemimpinnya (Surya Paloh) sudah kehilangan substansi hidup," kritik Natalius Pigai kepada redaksi, Jumat (12/11).

Sikap Nasdem yang tetap menginginkan Jokowi tiga periode ini pun seakan telah lupa dengan tujuan utama dalam bernegara.

“Jika seseorang sudah kehilangan substansi hidup maka yang terlihat cuma rambu-rambu dan gayanya saja” konon katanya menurut Confucius (Filusuf dan penyair yang hidup di dataran Cina pada periode 551-479 sebelum masehi)," demikian Natalius Pigai.

Keinginan agar Presiden Jokowi tetap menjabat sebagai presiden disampaikan Surya Paloh saat pidato peringatan Hari Ulang Tahun Nasdem yang disiarkan secara daring, Kamis kemarin (11/11).

"Kalau saja konstitusi kita tidak membatasi masa presiden hanya dua kali, saya tidak perlu menjawab pertanyaan kader, siapa presiden kita sesudah Jokowi, karena tone-nya sama dari atas ke bawah, jawabannya satu ya pasti Jokowi kembali," kata Surya Paloh.

Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Pencalonan Gibran di Pilgub Jateng Bisa Tergerus Anak BG, Jika Puan Resmi Capres ataupun Cawapres 2024

Sabtu, 07 Mei 2022 | 22:13

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Sinyal Koalisi Menguat, Ketum Demokrat Sebut AHY adalah "Airlangga Hartarto Yes"

Sabtu, 07 Mei 2022 | 13:39

Rekayasa One Way Jalan Tol Jadi Bukti Infrastruktur Didesain Secara Ngawur

Minggu, 08 Mei 2022 | 07:55

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Tak Terima Dimarahi Belanda karena Tidak Ikut Mengutuk Rusia, India: Jangan Menggurui Kami, Duta Besar!

Sabtu, 07 Mei 2022 | 07:23

UPDATE

UAS Dideportasi Singapura Tanpa Alasan Jelas, Nasir Djamil: Hari Gini Masih Paranoid

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:30

Waspada Hepatitis Akut, Walikota Tangerang Imbau Ponpes Perhatikan Kebersihan Alat Makan Santri

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:27

Pimpinan Komisi II: Konsinyering Sifatnya Bukan Kesepakatan Tapi Upaya Saling Memahami

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:22

Chat WA Cerai, Neneng Bunuh Dini

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:15

Ridwan Kamil Tegaskan Pertemuannya dengan Elite Parpol Bukan Safari Politik

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:11

Dikritik PM Armenia Soal Reaksi Lamban dan Penjualan Senjata, CSTO: Kami sedang Lakukan Penyesuaian

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:44

Heran Dideportasi Singapura, UAS: Pilpres 2024 Kan Masih Lama...

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:42

Soal Koalisi Indonesia Bersatu, Sekjen Golkar: Serius Lah, Masa Gak Serius

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:32

Besok, 20 Petinggi Parpol Hingga Ketua KPU dan Bawaslu Hadir di Acara Pendidikan PCB di KPK

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:31

Dubes Suryopratomo: UAS Tak Memenuhi Kriteria ICA untuk Masuk Singapura

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:30

Selengkapnya