Berita

Pengamat politik Universitas Syiah Kuala, Saifuddin Bantasyam/Dok pribadi

Politik

Tak Hanya Lolos Verifikasi, Partai Politik Baru Harus Bisa Dapatkan Kepercayaan Rakyat

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 06:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2024, partai politik lokal dan nasional baru diperkirakan akan terus bermunculan. Mereka memang hadir dengan memanfaatkan momen Pemilu.

“Hasrat untuk terjun ke dunia politik praktis memang harus memiliki momentum. Dan momentum itu adalah Pileg/Pemilu 2024 mendatang," ucap pengamat politik dari Universitas Syiah Kuala, Saifuddin Bantasyam, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (8/11).

Saifuddin menambahkan, beberapa partai lokal baru akan mulai menunjukkan eksistensi mereka. Namun tak sedikit yang hanya sekadar “ganti kulit” dan jajaran pengurus. Seperti Partai Islam Aceh, Partai Gabthat Aceh, atau Partai Aceh Sejahtera.


Kehadiran partai politik lokal diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2008 tentang Partai Politik Lokal.

Artinya, lanjut Saifuddin, masyarakat menggunakan hak politik mereka untuk membentuk satu partai politik berdasarkan pada dua landasan normatif tersebut. Namun, mendirikan partai politik, bahkan di tingkat lokal, bukan pekerjaan mudah.

Mereka, kata Saifuddin Bantasyam, datang dari berbagai latar belakang. Tak terkecuali dari kalangan tengku atau alumni dayah. Hal ini bukan sesuatu yang luar biasa, karena setiap partai politik harus memiliki “warna” khas yang ditentukan oleh karakter dan visi-misi para pengurus.

Tak hanya itu, partai-partai baru itu juga harus melewati proses yang tidak mudah. Di antaranya harus lulus verifikasi administrasi dan faktual sebelum dinyatakan sebagai peserta pemilihan umum.

“Dan yang paling penting, mereka harus mendapatkan dukungan dari konstituen. Saya kira pertarungannya ada di sini. Tak sebatas lulus verifikasi. Mereka juga harus mendapatkan kepercayaan masyarakat,” tegas Saifuddin.

Karena itu, ia berharap agar siapa pun yang menggunakan hak politik untuk mendirikan partai politik lokal, hendaknya menyadari bahwa mengelola partai politik bukan perkara mudah. Partai politik, juga harus memiliki sumber daya manusia dan finansial yang memadai.

“Juga, secara konkret, dapat menunjukkan kepada konstituen bahwa partai politik yang mereka dirikan bakal membawa perubahan-perubahan nyata dalam masyarakat,” demikian Saifuddin Bantasyam. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya