Berita

Mantan Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Teddy Sulistio/RMOLJateng

Politik

Temui DPP PDIP, Teddy Sulistio Ngaku Dipalak Rp 500 Juta untuk Sebuah Jabatan

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 02:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Undangan untuk menemui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di kantor DPP di Jakarta dimanfaatkan oleh Teddy Sulistio untuk membeberkan semua masalah di internal PDIP di wilayahnya.

Sosok yang telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPC PDIP dan anggota DPRD Kota Salatiga itu blak-blakan soal pengalaman dipalak oleh oknum partai untuk posisi strategis di legislatif.

"Kader saya itu bilang sama saya, kalau harus ada patungan untuk jabatan. Kalau jumlah uang ratusan juta di kota besar, mungkin. Untuk Salatiga, dua ratus tiga ratus (juta) lah, itu kata si oknum. Mana ada itu uang ratusan juta untuk posisi Ketua DPRD, karena posisi itu bagian dari penugasan partai," bebernya, kepada Kantor Berita RMOLJateng, Senin (8/11).


'Langsung saya tanya, siapa orangnya. Enggak pantes banget melakukan itu. Itu ada di Panti (Panti Marhaen), saya ketuanya loh," imbuh Teddy.

Ia kemudian membeberkan janji DPP PDIP bahwa jika Ketua DPC di Kabupaten/Kota mau jadi walikota akan diprioritaskan kalau perolehan suaranya minimal mencapai 30 persen.

"Tapi, saya enggak jadi walikota. Rekomendasi diberikan kepada Bung Dance. Diajak omong saja tidak, kan jengkel. Tapi kami siap, karena itu tugas partai, perintah partai," tegasnya.

Teddy memastikan, putusannya mundur dari jabatan Ketua DPC PDIP serta anggota DPRD Salatiga bukan karena tidak bisa tiga periode menjabat Ketua DPRD Salatiga.

"Saya jengkel (ada yang ) malakin kader saya. Ada oknum yang malakin kader saya minta uang Rp 500 juta kalau ingin jabatan," ungkapnya.

Buntut dari kejengkelannya itu, keputusan mengundurkan diri pun ia ambil. Sehingga, ia pun membantah jika geger pengunduran dirinya karena 'mutung' tidak dapat menduduki jabatan yang diinginkan.

"Enggak ada urusannya juga, kecewa karena tidak bisa tiga periode Ketua DPRD Salatiga, saya miliknya rakyat Salatiga, saya miliknya partai. Sekali lagi saya tekankan, bukan karena mutung, bukan karena kecewa, saya mengundurkan diri. Itu hal yang kecil, teramat kecil kalau dijadikan alasan bagi petarung seperti saya," jelasnya.

Sebagai pribadi yang dibesarkan dari partai, ia menegaskan tak akan menjadi sosok kacang lupa pada kulitnya. Ibarat kalah perang, ia mengundurkan diri dengan cara terhormat bukan karena mutung seperti anak kecil tak berguling-guling karena tak mendapatkan permen.

"Saya sudah pernah dimuliakan partai ini, saya anak senior PDIP, kalau mundur kurang seminggu momen Pilkada, Pileg, atau Pilpres, itu baru ngerjain namanya," bebernya.

Pengunduran dirinya yang masih dalam rentang tiga tahun menuju Pilkada Salatiga, dianggapnya sebagai sebuah proses pendewasaan.

"Sebagai petarung seperti saya, bukan kerena mutung. Bu Mega itu bagi kami adalah Matahari, sehingga etikanya memang harus berpamitan yang baik. Tetap 'unggah-ungguh' menjadi yang diutamakan," ucap Teddy.

Ia juga tak peduli bila banyak pihak menyebut mundurnya ia dari Ketua DPC PDIP Salatiga dianggap satu bentuk kekecewaan. Apalagi sekadar mencari popularitas belaka.

"Perlu diingat, ini masih masih tiga tahun (Pilkada Salatiga). Saya mundur bukan karena saya kecewa, tapi semata-mata karena saking cintanya kepada partai," demikian Teddy.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya