Berita

Perdana Menteri Scott Morrison saat berpidato di KTT Iklim di Glasgow Selasa 2 November 2021/Net

Dunia

Isi Kepala Penuh dengan China, Morrison Sampai Salah Ucap saat Berpidato di KTT COP26

SABTU, 06 NOVEMBER 2021 | 06:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rupanya, China sudah begitu melekat kuat dalam pikiran seorang Scott Morrison. Perdana Menteri Australia ini sampai-sampai kepeleset lidah saat berpidato di pertemuan KTT Iklim COP26, Glasgow.

Dalam pidatonya itu, Morrison mengatakan, "Pertemuan ini merupakan momentum global untuk mengatasi China."

Padahal dia bermaksud mengatakan, "Pertemuan ini merupakan momentum global untuk mengatasi perubahan iklim."


Kesalahan penyebutan itu sontak mendapat sorotan dari netizen. Mereka beramai-ramai mempertanyakan mengapa Morrison bisa salah menyebut 'mengatasi perubahan iklim' dengan 'mengatasi China'.

Tagar “Perdana Menteri Australia Salah Menggambarkan Mengatasi Perubahan Iklim Sebagai Mengatasi China” telah dilihat lebih dari 130 juta kali di Weibo, situs web microblogging China.

"Tidak mungkin itu terpeleset, itu keluar dari pikirannya," kata seorang pengguna Weibo, seperti dikutip dari ABC News, Jumat (5/11).

"Kepalanya penuh dengan China," ujar yang lain.

Sebuah opini tentang hal ini pun beredar dari sebuah situs yaag dikelola pemerintah China.

“Dia tidak memiliki hasrat untuk melindungi lingkungan tetapi memiliki hasrat anti-China atas nama melindungi lingkungan,” kata opini itu.

Bukan kali itu saja Morrison 'tergelincir' saat pidato terkait China. Pada Mei lalu, Morrison keliru merujuk kebijakan Satu Negara Dua Sistem'. Berbicara di sebuah radio, Morrison mengatakan; "Australia selalu memahami pengaturan "Satu Negara Dua Sistem" dan akan terus mengikuti kebijakan kami di sana."

Tentu saja apa yang diucapkan Morrison meledakkan kehebohan. 'Satu Negara Dua Sistem' menggambarkan cara Beijing mengatur Hong Kong" bukan Taiwan.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Direktur Namarin Bongkar Deretan Kekecewaan Iran terhadap Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58

Malaysia Lolos Selat Hormuz, Indonesia Masih Tahap Lobi

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:56

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Terukur Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:26

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:24

Perintah Trump Lumpuhkan Listrik Iran adalah Kejahatan Perang

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:11

Pemulihan Pascabencana di Sumut Masih Tahap Perencanaan

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:43

Perbakin DKI-Jabar-Banten Gelar Kejuaraan Menembak Multi Event 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:23

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:11

Optimisme Purbaya Harus Dibarengi Kinerja Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:48

Selengkapnya