Berita

Kota Depok/Net

Kesehatan

Sekitar 40 Persen Kelurahan di Kota Depok Zero Kasus Aktif Covid-19

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 05:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi penyebaran virus Covid-19 di Kota Depok berangsur mengalami perbaikan. Bahkan per 30 Oktober tercatat, sekitar 40 persen kelurahan di Kota Belimbing ini sudah tidak lagi memiliki kasus aktif.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, ada sebanyak 29 dari 63 kelurahan di Kota Depok zero kasus aktif.

"Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) 6M," kata Dadang kepada wartawan, Minggu (31/10).


Dadang menerangkan, prokes 6M menjadi kunci pencegahan transmisi virus yang terbilang berhasil berkat ketaatam masyarakat.

Dia menjelaskan, yang dimaksud prokes 6M adalah memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Selain itu, Dadang juga menyebutkan faktor lain yang mendukung penanganan COvid-19 di Depok efektif. Yakni, masyarakat juga diminta menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yakni dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup.

Adapun 29 kelurahan yang sudah tidak lagi memiliki kasus aktif di antaranya Abadijaya, Depok, Kukusan, Limo, Pondok Petir, Kalimulya, Meruyung, Curug, Pasir Gunung Selatan, Depok Jaya, Cimpaeun, Beji Timur, Rangkapan Jaya, dan Gandul.

Selain itu ada kelurahan Kemiri Muka, Rangkapan Jaya Baru, Serua, Cisalak Pasar, Bojong Pondok Terong, Cilodong, Pondok Cina, Krukut, Sawangan Baru, Bojongsari Baru, Cisalak, Pangkalan Jati, Cipayung Jaya, Tapos, dan Leuwinanggung.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya