Berita

Presiden Korea Selatan Moon Jaein ketika menghadiri KTT Ke-22 ASEAN/Ist

Publika

Kita Salut pada Kepedulian Korsel pada Kawasan

Oleh: Hamdhani*
SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 11:42 WIB

SALUT pada perhatian, dan kepedulian Korea Selatan pada Indonesia, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Lihatlah. Negeri Ginseng itu, mengangkat isu kesehatan dalam pertemuan dengan ASEAN pada Selasa (26/10/2021) malam. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, dalam pertemuan ini, Korsel menyampaikan inisiatif ASEAN-ROK Public Health and Vaccine.

Secara umum dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-22 ASEAN-Korea Selatan yang dihadiri Presiden Joko Widodo itu, menghasilkan 5 outcome documents penting bagi dua belah pihak.

Di antaranya, mengenai Progress Report on the Implementation of the ASEAN-Republic of Korea Plan of Action to Implement the Joint Vision Statement for Peace, Prosperity and Partnership (2021-2025); Progress Report on the Implementation of the ASEAN-Korea FTA (AKFTA); dan Progress Report on ASEAN-Korea Economic Cooperation Projects.


Sedangkan Korsel menyampaikan 3 isu penting. Pertama, mengenai kesehatan (inisiatif ASEAN-ROK for Public Health and Vaccines). Kedua, ekonomi (travel bubble dan saling pengakuan terhadap sertifikat vaksin), dan ketiga, pertahanan dan keamanan (kerja sama mengatasi ancaman non tradisional seperti kejahatan lintas batas, ancaman siber bencana alam dan perubahan iklim).

Dalam jumpa pers, keesokan harinya, Rabu (27/10/2021), Menlu Retno Marsudi mengatakan, inisiatif yang diusung Korsel ini diharapkan menjadi katalis agar memperkuat kerja sama kesehatan kawasan.
 
"Korea juga mendukung upaya ASEAN mengembalikan stabilitas dan demokrasi di Myanmar dan penyelesaian isu di LCS secara damai berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional," kata Menlu Retno.
 
Retno Marsudi mengungkapkan, kemitraan ASEAN dan Republic of Korea (ROK) pertama kali dibentuk pada November 1989. Sejak 2010, kemitraan ASEAN-ROK menjadi strategic partnership. Pada pertemuan yang diselenggarakan secara virtual ini dihadiri para Pemimpin 9 negara ASEAN dan Presiden Moon Jae-in dari Korea Selatan.

Pesan utama yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan ini adalah pentingnya bagi kerja sama ASEAN-Korea Selatan untuk fokus pada ekonomi berkelanjutan (ekonomi hijau) dan ekonomi digital.

Sedangkan Korsel menyampaikan 3 isu penting. Pertama, mengenai kesehatan (inisiatif ASEAN-ROK for Public Health and Vaccines). Kedua, ekonomi (travel bubble dan saling pengakuan terhadap sertifikat vaksin), dan ketiga, pertahanan dan keamanan (kerja sama mengatasi ancaman non tradisional seperti kejahatan lintas batas, ancaman siber bencana alam dan perubahan iklim).

Korsel juga mendukung upaya ASEAN mengembalikan stabilitas dan demokrasi di Myanmar dan penyelesaian isu di LCS secara damai berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional.

Apa yang berlangsung dalam KTT ASEAN-Korea Selatan ini, makin mengukuhkan betapa Korsel sangat memperhatikan Indonesia, dan negara-negara di kawasan ASEAN. Meski pun Korsel bukan anggota komunitas negara-negara di Asia Tenggara itu, tetapi turut terlibat dalam kawasan. Bantuan alat-alat  medik di tengah pandemi Covid-19 kepada Indonesia melalui Kedubes Korsel di Jakarta, jelas menandai betapa eratnya hubungan kedua negara.

Jauh sebelum itu, ketika awal pandemi virus Corona (Covid-19) melanda Indonesia, kolaborasi kedua negara Indonesia-Korsel sudah terjalin. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melangsungkan courtesy call, Senin (6/4/2021), dengan Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung Hee. Dalam pertemuan secara online itu keduanya sepakat berkolaborasi dalam memerangi pandemi Covid-19.

Menko Airlangga ketika itu, mengatakan, kondisi Covid-19 ini menyatukan negara-negara di seluruh dunia yang mengalami kejadian sama. Hal ini dibuktikan dengan kerja sama lebih kuat lagi untuk mencegah penyebaran virus tersebut dan memitigasi pengaruhnya terhadap bidang ekonomi dan sosial.

Kita berharap di masa mendatang, hubungan kedua negara RI-Korsel, termasuk dengan ASEAN, makin erat saja. Dengan semangat seperti itu, perdamaian kawasan ini, bakal sangat berarti bagi terciptanya perdamaian dunia, yang menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memeliharanya.

Penulis adalah Anggota BKSAP DPR RI 2014-2019


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya