Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Satgas Keluarkan Addendum Kedua SE 21/2021, Perbolehkan Tes Antigen untuk Penumpang Pesawat di Luar Jawa-Bali

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 13:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Syarat perjalanan angkutan udara selama masa pandemi Covid-19 kembali direvisi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Satgas mengeluarkan Addendum kedua Surat Edaran (SE) 21/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito pada Kamis (28/10).

Dalam SE ini, Satgas mengubah ketentuan syarat perjalanan bagi penumpang pesawat, yang awalnya diwajibkan melampirkan surat vaksinasi (minimal dosis pertama), dan juga hasil negatif tes PCR, yang tertuang dalam SE Addendum pertama 21/2021.


Dalam beleid baru ini, Satgas memperboehkan penumpang pesawat wilayah luar Pulau Jawa-Bali untuk melampirkan hasil negatif tes antigen yang diambil 1X24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan angkutan udara.

Dasar diperbolehkannya penggunaan tes antigen sebagai syarat perjalanan oleh penumpang pesawat dikarenakan keterbatasan PCR di luar Pulau Jawa-Bali.

Sementara, untuk ketentuan perjalanan di dalam wilayah Pulau Jawa-Bali tetap sama. Yaitu melampirkan surat vaksinasi (minimal dosis pertama) dan hasil negatif tes RT-PCR yang diambil 3X24 jam sebelum keberangkatan.

"Maksud Addendum kedua surat edaran ini adalah untuk mengubah ketentuan persyaratan testing sebagai syarat perjalanan dalam negeri di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali," demikian bunyi poin Maksud dan tujuan di dalam Addendum Kedua SE 21/2021.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya