Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Refleksi Sumpah Pemuda, Airlangga Hartarto: Semangat Pantang Menyerah untuk Keluar dari Pandemi

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 13:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi nilai dasar spirit bangsa Indonesia untuk tidak menyerah dan selalu berkeinginan untuk maju sehingga sukses dalam menangani pandemi Covid-19 yang membelenggu dua tahun terakhir ini.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam merefleksikan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10).

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengingatkan masyarakat Indonesia, tak terkecuali kalangan muda, kaum milenial atau generasi Z, agar senantiasa waspada, dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan yang juga tak henti digelorakan oleh pemerintah.


Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan bahwa Indonesia memang mendapatkan pujian dari dunia internasional karena keberhasilan dalam menangani dan mengatasi pandemi Covid-19 sekaligus bangkit dari ancaman keterpurukan ekonomi. Akan tetapi, berbagai pujian tersebut tidak boleh membuat kita menjadi lalai.

“Kita tetap harus bekerja keras untuk membuat pandemi menjadi endemi dan ke depannya kita benar-benar bisa lebih nyaman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, sementara ekonomi dan perekonomain berjalan lebih baik lagi,” kata Airlangga.

Ia mengakui, kalau pandemi Covid-19 juga memberi dampak pada Indonesia. Namun, menurutnya, hal itu tidak sebanding dengan dampak yang dialami negara lainnya.

"Pandemi memang memukul kita, tapi dibandingkan apa yang terjadi di negara lain, kami terberkati dengan ketangguhan ekonomi. Catatan kami, sejauh ini, Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di Asia, dalam konteks kebangkitan pandemi," ujar Airlangga.

“Kita harus tetap optimistis menghadapi masa depan, karena kita memiliki pemimpin yang hebat, yakni Presiden Joko Widodo. Kita juga harus bersama-sama yakin bahwa Indonesia memiliki harapan baik di masa depan,” lanjut Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto menyebut momentum baik dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, dengan tema besar "Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh". Tema tersebut berkorelasi denga apa yang sudah dan terus dilakukan oleh pemerintah, yang dengan segala daya dan upaya tengah menangani pandemi Covid-19 dan segala dampaknya, termasuk dampak ekonomi.

"Pemuda adalah bagian terpenting yang harus kita persiapkan untuk mempunyai minat kewirausahaan. Karena kita tahu kita akan menghadapi bonus demografi dan pemuda adalah unsur penting di dalam bonus demografi," ungkapnya.

Dalam konteks pemuda, Ketua Umum Partai Golkar  menyampaikan bahwa Partai Golkar adalah partai pilihan anak muda, kaum milenial atau generasi Z. Hasil dari berbagai lembaga survei yang membuktikan hal itu.

Airlangga Hartarto  memberikan contoh dari pelaksanaan pilkada 2020, di mana Partai Golkar menjadi partai penyumbang kader muda terbanyak. Dari 60 kader yang didorong Partai Golkar, 25 di antaranya berhasil lolos, baik menjadi kepala daerah maupun wakil kepala daerah. Banyak juga tokoh muda Golkar di DPR.

“Ini bukti bahwa kami, di Partai Golkar, selalu memberikan ruang seluas-luasnya kepada kader-kader muda yang sangat luar biasa. Kita selalu menempatkan kader-kader terbaik di pos-pos strategis yang ada di republik ini,” tegas Airlangga Hartarto.

Ketua Umum Partai Golkar kemudian menjelaskan tentang keberadaan Golkar Institute yang disebutnya sebagai “kawah candradimuka” penggodokan kader-kader muda Partai Golkar yang potensial.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya