Berita

Ilustrasi uang kripto/Net

Politik

Keluarkan Fatwa Uang Kripto Haram, PWNU Jatim: Penuh Spekulasi, Mirip Judi

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 03:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

 Perkembangan cryptocurrency (mata uang kripto) di Indonesia dipastikan tak akan mulus. Pasalnya, PWNU Jatim telah mengeluarkan fatwa haram untuk seluruh uang kripto yang beredar saat ini. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil kajian lembaga Bahtsul Masail, pada Minggu (24/10).

"Berdasarkan hasil bahtsul masail, cryptocurrency hukumnya haram," ujar Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Ahmad Fahrur Rozi, melalui keterangannya, Rabu (27/10).

Ditambahkan Ahmad Fahrur Rozi, mata uang kripto tidak bisa dijadikan instrumen investasi. Sebab di dalamnya ada unsur spekulasi yang bisa merugikan orang lain.


"Lebih banyak unsur spekulasinya. Jadi itu tidak bisa menjadi instrumen investasi," jelasnya.

"Jual-beli itu harus ada kerelaan dan tidak ada penipuan. Tapi dalam crypto itu orang lebih banyak tidak tahu apa-apa. Orang itu terjebak, ketika tiba-tiba naik karena apa, turun karena apa. Sehingga murni spekulasi, mirip seperti orang berjudi," tambah pria yang akrab disapa Gus Fahrur itu.

Gus Fahrur juga menjelaskan perbedaan antara crypto dengan saham. Menurutnya,  aaham berbeda dengan crypto karena ada hak kepemilikan di sebuah perusahaan yang masih ada.

"Saham itu kan ada hak kepemilikan di sebuah perusahaan, dan itu melekat, selama perusahaan masih ada," katanya.

"Ahli-ahli mengatakan ada sekian ratus jenis (uang kripto). Mungkin ada yang benar, mungkin ada yang tidak benar. Tapi ketika ada yang mengadung unsur spekulasi, itu judi, tidak boleh," tegas pengasuh Ponpes An Nur Bululawang, Kabupaten Malang itu.

Lebih lanjut, hasil Bahtsul Masail terkait crypto ini akan disampaikan ke Muktamar NU di Lampung pada Desember mendatang. Ia berharap hal itu akan menjadi rekomendasi yang bisa diusulkan ke pemerintah.

"Pasti disampaikan juga, dan kalau dianggap penting dibawa ke muktamar PBNU. Bisa jadi rekomendasi untuk pemrintah, karena memang banyak korban dan banyak yang dirugikan, supaya ditertibkan," tandas Gus Fahrur.

Saat ini cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, XRP/Ripple, Cardano, hingga Dogecoin menjadi favorit publik Indonesia. Bahkan, uang kripto 'made in Indonesia' pun kabarnya bakal diluncurkan dalam waktu dekat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya