Berita

Ilustrasi/Net

Dahlan Iskan

Angka Holding

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 05:08 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

INI angka-angka. Semuanya penting. Datangnya dari Menteri BUMN Erick Thohir sendiri. Langsung masuk ke WA di HP saya.

Angka-angka ini dikirim untuk menjelaskan manfaat nyata pembentukan holding Pertamina. Yakni sehari setelah Erick membaca Disway yang membahas Pertamina tempo hari.

Sejak itu saya memang berniat akan memuat penjelasan Menteri BUMN tersebut. Waktunya baru tersedia hari ini.


Menurut menteri, dengan terbentuknya holding Pertamina akan terbentuk "organisasi yang fokus, agile, lean, efisien, dan streamlining decision making untuk menjadikan operational excellence".

Erick menyertakan angka-angka konkret capaiannya. Sampai per kelompok subholding. Bacalah sendiri:

1. Kinerja Subholding Upstream (sektor hulu):

a. Laba semester 1 sebesar 1 miliar dolar AS atau 238 persen dari budget 2021.

b. Efisiensi biaya operasional, 92 persen dari budget.

c. Di Kalimantan Timur dan Jawa Barat, potensi cadangan minyak dan gas bumi meningkat hingga 204,7 juta barel.

2. Kinerja Subholding Refinery and Petrochemical:

Laba semester 1 sebesar 322 juta dolar AS dengan profit margin 3,24 x lebih besar dari budget.

3. Kinerja Subholding Gas:

Laba semester 1 sebesar 185 juta dolar AS atau 357 persen dari budget.

4. Kinerja Subholding Commercial & Trading:

a. Realisasi Pertashop sebanyak 2.547 unit.

b. Pengembangan digitalisasi Apps ”My Pertamina” dengan registered user sebanyak 13,7 juta pengguna.

5. Kinerja Subholding Power & New Renewable Energy:

a. Laba semester 1 sebesar 56 juta dolar AS atau 150 persen dari budget.

b. Efisiensi biaya operasional 87 persen dari budget.

6. Kinerja Subholding Shipping:

a. Laba semester 1 sebesar apa pun 73 juta dolar AS.

b. Efisiensi biaya operasional, 82 persen dari budget

c. Vessel utilization sebesar 99,8 persen atau meningkat 11 persen dari budget.

Saya tentu senang mendapat angka-angka itu. Berarti pembentukan holding Pertamina punya sasaran capaian yang lebih baik.

Direksi dan komisaris Pertamina tentu juga menyimpan angka-angka itu. Tinggal kelak menyajikannya kembali di akhir tahun buku.

Semangat merealisasikan holding di BUMN memang tinggi. Begitu pembentukan holding Pertamina selesai langsung ke Pelindo. Selesai juga. Sejak 1 Oktober lalu. Tidak ada lagi PT Pelindo 1,2,3, dan 4. Semua dilebur menjadi satu PT Pelabuhan Indonesia.

Subholding-nya ada 4: PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Solusi Logistik, dan PT Pelindo Pelayanan Pelabuhan.

Kantor pusat Multi Terminal di Medan, Terminal Petikemas di Surabaya, Pelayanan Pelabuhan di Makassar.

Tidak mudah menyatukan Pelindo 1,2,3, dan 4 itu. Toh akhirnya bisa juga.

Berarti tidak lama lagi akan sampai ke pembentukan holding Angkasa Pura –yang mengelola bandara se-Indonesia itu.

Menteri BUMN benar-benar telah mampu memanfaatkan iklim kekompakan politik di bawah Presiden Jokowi.

Tapi angka-angka kinerja tidak akan bisa bohong. Benar-tidaknya pembentukan holding lebih baik akan terlihat kelak dari angka-angka yang dicapai.

Khusus untuk Pelindo ditambah dengan waktu tunggu kapal di pelabuhan: lebih cepat atau sama saja.

Tentu pembentukan holding Pertamina juga harusnya bisa menyelesaikan persaingan tidak sehat antara PGN dan Pertamina Gas. Apalagi sejak sebelum dibentuk holding keduanya sudah merger.

Salah satu korban persaingan keduanya dulu adalah: pipa gas trans Jawa.

Sampai hari ini belum ada pipa gas yang melewati Jawa Tengah. Padahal kawasan industri sudah banyak dibuka di Jateng. Termasuk kawasan industri Batang yang dipromosikan besar-besaran itu.

Pipa seperti itu mungkin tidak langsung mengatrol laba Pertamina. Tapi yang seperti itu sangat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama Jateng.

Jangan-jangan masa depan Pertamina justru di sektor pipanisasi gas seperti itu. Di seluruh Indonesia. Yang --berbeda dengan bensin-- tidak akan tergantikan oleh listrik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya